Tiga Tips Agar Memiliki Anak yang Saleh

0
1610

BincangSyariah.Com – Anak yang saleh merupakan dambaan bagi setiap orangtua. Karena dengan memiliki anak saleh, kita berharap ia dapat membantu kita di hari tua nanti, dan terlebihnya bisa mendoakan kita kelak jika kita telah tiada.

Namun perlu kita ketahui bahwasanya keinginan memiliki anak saleh tidak semudah yang kita harapkan, dan tidak akan berhasil hanya dengan berpangku tangan, melainkan kita sebagai orangtua harus melakukan segala macam upaya dengan maksimal agar memiliki anak saleh tersebut.

Anak saleh juga tidak semena-mena mengandalkan faktor keturunan, karena tidak menutup kemungkinan anak dari orangtua yang saleh pun kerap memiliki keperibadian yang bertolak belakang dengan orangtuanya.

Lantas apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua, agar memiliki anak yang saleh dan berbakti?

Pertama, berdoa. Berdoa merupakan bukti tawakal kita sebagai hamba terhadap Sang Tuhan, dengan berdoa agar supaya dikarunia keturunan yang saleh merupakan permintaan yang harus selau tersemat dalam setiap doa, sebagaimana Nabi Ibrahim As. Berdoa agar dikaruniai keturunan-keturunan yang saleh, sebagaimana diabadikan Allah Swt. Dalam Kitab-Nya:

رب هب لي من الصالحين

“ Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk saleh” (Q.S. Ash-Shaffat : 100).

Lalu Allah Swt. Mengabulkannya dengan dilahirkannya Nabi Ismail As. Dan spektakulernya nabi-nabi setelahnya merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim As.

Kedua, memberikan contoh yang positif sejak dini. Anak-anak yang tergolong masih tahap pertumbuhan memiliki tindakan yang sangat luar biasa, termasuk untuk keperibadian dan akhlak, kita harus mulai memberikan contoh yang positif terhadap anak kita mulai sejak kecil.

Hal ini karena belajar apa saja termasuk akhlak harus dimulai semenjak anak-anak, pasalnya kalau sudah besar anak-anak susah diberi nasehat karena faktor lingkungan dan teman.

Baca Juga :  Talak Zhihar dan Warisan Budaya Jahiliyah

Yang terakhir, pastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak kita yang telah jelas kehalalanya, karena makanan sumber dari segalanya dalam kehidupan, makanan memiliki peran penting dalam pertumbuhan anak. Jika makanan yang masuk dalam perut anak kita masih dalam status syubhat maka akan mempengaruhi pola pikir anak kita kelak setelah tumbuh dewasa.

Semoga kita termasuk kategori orang-orang yang saleh, dan kelak diberikan keturunan yang saleh, sehingga bisa mendoakan kepada orang tua. Amiin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here