Tiga Tips Agar Hati Selalu Ikhlas

2
8392

BincangSyariah.Com – Ikhlas adalah termasuk amalan hati yang perlu mendapatkan perhatian “istimewa” (secara mendalam) dan dilakukan dengan cara “istimrar” (terus menerus) di setiap kita hendak melakukan amal ibadah, agar amalan kita menjadi bernilai di hadapan Allah. Ikhlas dalam hal ini juga bukan hanya sekedar pasrah atau menerima apa adanya, melainkan kerelaan untuk berjuang dan menyerahkan hidup kita kepada Allah.  karena itu, ikhlas memiliki hubungan yang erat dengan iman dalam diri kita.

Perumpamaan Allah terkisahkan dalam ayatNya:

حُنَفَاءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”

Ibnul Qayim menjelaskan dalam Badai`ul Fawaaid bahwa amalan–amalan hati ialah pokok, adapun amalan–amalan anggota badan adalah pengikut dan penyempurna. Sesungguhnya niat sekedudukan dengan ruh, adapun amalan sekedudukan dengan jasad, sehingga apabila ruh telah terpisah dengan jasad maka binasalah. Oleh sebab itu, mengetahui hukum–hukum hati lebih penting dari pada mengetahui hukum-hukum jasad.

Orang yang ikhlas memiliki pola hidup yang lebih berkualitas dibanding lainnya. Ia tenang menghadapi masalah, lega dengan setiap usahanya dan bersahaja dalam bertindak. Untuk mencapainya, ada tiga cara untuk membuat hati ikhlas.

Pertama, mengenal dan memahami siapa Allah. Mengenal dan memahami Allah berarti mengenal sifatnya, kedudukannya, hukum-hukum, dan aturan kehidupan yang telah ditetapkan Allah kepada manusia. Dasar mengenal Allah adalah memahami aqidatul khomsin (lima puluh akidah) di mana di dalamnya diuraikan tentang 20 sifat wajib bagi Allah yang merupakan hasil istiqro (telaah) para ulama yang saleh yang mengikuti empat imam mazhab  yang bersumber dari Alquran dan As Sunah.

Baca Juga :  Mungkinkah Kita Bertemu Arwah Orang Meninggal dalam Mimpi?

Dengan mengenal dan memahami siapa Allah maka manusia akan paham dan merasakan betul bahwa hidupnya sangat bergantung kepada Allah. Keikhlasan pun akan muncul. Bahkan bersyukur tiada henti. Inilah langkah awal untuk bisa mengamalkan sikap ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, memahami aturan-aturan Allah. Sebagaimana memahami sifat-sifat dan siapa Allah, maka manusia perlu juga memahami aturan-aturan Allah yang dijalankan selama keseharian. Ketika tidak memahami aturan Allah, maka manusia akan merasa malas atau tidak lurus niatnya dalam menjalankan aturan Allah.

Selain itu, memahami aturan Allah pun juga dapat dilakukan dengan memahami rukun Islam, rukun iman, fungsi iman pada kitab Allah, fungsi iman pada Allah SWT, dan fungsi Alquran bagi umat manusia. Al-Imam al-Ghazali berkata:

لاَ تَصِحُّ الْعِبَادَةُ إلاّ بَعْدَ مَعْرِفَةِ الْمَعْبُوْدِ

“Tidak sah ibadah (seorang hamba) kecuali setelah mengenal (Allah) yang wajib disembah”.

Ketiga, mendudukkan setiap masalah secara adil dan seimbang. Selain dari dua hal di atas, maka manusia hendaknya juga dapat mendudukkan dan memahami segala masalah dengan adil dan seimbang. Hal ini dilakukan dengan senantiasa objektif, seimbang, melihat dari berbagai sudut dan persepsi dalam setiap masalah.

Melihat dari sudut yang sama hanya akan membuat manusia selalu mengeluh atau tertutup jalan hidupnya. Dengan melihat segala masalah secara adil dan seimbang, maka manusia akan mudah untuk mengambil hikmah dan kebaikan dari apa yang dialaminya. Maka tidak akan ada keluhan yang ada adalah keikhlasan. Dengan adanya keikhlasan maka manusia akan mudah untuk menjalani segala sesuatu dan dengan mudah mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang ada.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here