Tiga Syarat Kebolehan Mewakilkan Pelemparan Jumrah kepada Orang Lain

0
97

BincangSyariah.Com – Di antara ritual ibadah haji yang harus dilakukan oleh orang menunaikan haji adalah melempar jumrah, baik jumrah ula, wustha dan aqabah. Ketika para jemaah haji melempar jumrah, pada umumnya ramai dan berdesak-desakan. Karena itu, ada sebagian jemaah haji mewakilkan pelemparan jumrah kepada orang lain. Dalam fiqih, ada tiga syarat kebolehan mewakilkan pelemparan jumrah kepada orang lain.

Pertama, tidak mampu untuk melakukan pelemparan jumrah sendiri, baik karena sakit, atau sebab lainnya. Dan jika tidak mewakilkan kepada orang lain, dia khawatir tidak bisa melakukan pelemparan jumrah hingga waktu pelemparan jumrah habis.

Kedua, memberikan izin pada orang lain yang hendak dijadikan wakil dalam pelemparan jumrah. Jika dia belum memberikan izin namun tiba-tiba ada orang lain yang mewakilkan, maka hukumnya tidak sah.

Ketiga, orang lain yang hendak dijadikan wakil dalam pelemparan jumrah sudah melakukan pelemparan jumrah untuk dirinya sendiri. Jika ia belum melempar jumrah untuk dirinya sendiri, maka dia tidak boleh menjadi wakil.

Ketiga syarat di atas sudah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Raudhah berikut;

العاجز عن الرمي بنفسه لمرض او حبس، يستنيب من يرمي عنه…. ولا يصح رمي النائب عن المستنيب الا بعد رميه عن نفسه، فلو خالف وقع عن نفسه كأصل الحج ولو أغمي عليه ولم يأذن لغيره في الرمي عنه، لم يجز الرمي عنه وإن أذن، جاز الرمي عنه على الصحيح

Orang yang tidak mampu melempar jumrah dengan dirinya sendiri, baik karena sakit atau tertahan, maka dia boleh menggantikan pelemparan jumrah pada orang lain. Pelemparan jumrah orang yang menggantikan tidak sah kecuali dia telah selesai melemparkan jumrah untuk dirinya sendiri.

Baca Juga :  Spirit Literasi Dalam Alquran

Jika berbeda, maka pelemparan tersebut milik dirinya sendiri seperti asalnya haji. Jika dia pingsan dan tidak memberi izin pada orang lain untuk melempar jumrah, maka tidak boleh melemparkan menggantikan dirinya. Jika sudah memberi izin, maka boleh melemparkan jumrah untuk dirinya menurut pendapat yang shahih.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here