Tiga Pendapat Ulama Terkait Permulaan Waktu Shalat Witir

0
150

BincangSyariah.Com – Kebanyakan ulama sepakat shalat witir hukumnya sunah muakkadah, shalat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Shalat witir termasuk shalat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Saw. Bahkan Beliau mewasiatkan kepada sahabat Abu Hurairah agar selalu melaksanakan shalat witir. Dalam sebuah hadis riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata;

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Kekasihku, Nabi Muhammad Saw. mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur. (Baca: Ketika Sujud dalam Shalat Witir, Nabi Membaca Doa Ini)

Adapun permulaan waktu shalat witir, maka para ulama berbeda dalam masalah ini. Ada tiga pendapat ulama mengenai permulaan waktu shalat witir, sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu.

Pertama, waktu shalat witir dimulai setelah melaksanakan shalat Isya’. Menurut pendapat ini, jika belum selesai melaksanakan shalat Isya’, maka tidak boleh dan tidak sah melaksanakan shalat witir. Ini adalah pendapat yang paling shahih dan diikuti oleh kebanyakan ulama.

Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Majmu sebagai berikut;

الصَّحِيحُ الْمَشْهُورُ الَّذِي قَطَعَ بِهِ الْمُصَنِّفُ وَالْجُمْهُورُ أَنَّهُ يَدْخُلُ بِفَرَاغِهِ مِنْ فَرِيضَةِ الْعِشَاءِ

Menurut pendapat yang shahih dan masyhur yang diikuti oleh mushannif dan kebanyakan ulama adalah bahwa waktu shalat witir masuk setelah seseorang melaksanakan shalat Isya’.

Kedua, waktu shalat witir dimulai sejak masuk waktu shalat Isya’, meskipun belum selesai melaksanakan shalat Isya’. Karena itu, jika sudah masuk waktu Isya’, maka boleh dan sah melaksanakan shalat witir. Ini adalah pendapat Imam Al-Haramain.

Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Majmu sebagai berikut;

يَدْخُلُ وَقْتُ الْوِتْرِ بِدُخُولِ وَقْتِ الْعِشَاءِ وَلَهُ أَنْ يُصَلِّيَهُ قَبْلَهَا حَكَاهُ إمَامُ الحرمين وَآخَرُونَ

Waktu shalat witir masuk dengan masuknya waktu shalat Isya’. Karena itu, boleh bagi seseorang melaksanakan shalat witir sebelum melaksanakan shalat Isya’. Pendapat ini disampaikan Imam Al-Haramain dan ulama lainnya.

Ketiga, jika melakukan shalat witir lebih dari satu rakaat, maka waktunya dimulai setelah melakukan shalat Isya’ tanpa perlu diselingi shalat sunnah lain antara shalat Isya’ dan shalat witir. Jika melakukan shalat witir hanya satu rakaat, maka waktunya dimulai setelah melakukan shalat Isya’ namun harus diselingi shalat sunnah lain antara shalat Isya’ dan shalat witir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here