Tiga Orang yang Doanya Cepat Diijabah

0
2812

BincangSyariah.Com – Berdoa adalah sebuah manifestasi kelemahan dan ketidakberdayaan seorang makhluk. Oleh karena itu, berdoa merupakan keniscayaan yang selalu dan harus dipanjatkan oleh makhluk kepada Sang Khalik. Selain berdoa untuk diri sendiri, aktivitas berdoa juga sangat layak jika dipanjatkan untuk mendoakan orang lain. Sementara itu, terkait frekuensi cepat tidaknya terkabulnya sebuah doa tidaklah ada yang tahu. Namun, Nabi saw. pernah menginformasikan bahwa ada tiga orang yang doanya mustajab. Doa siapa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

Abu Hurairah r.a. pernah meriwayatkan sebuah hadis, bahwasannya Rasulullah saw. bersabda:

 ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ. رواه الترمذي.

“Tiga macam doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya adalah doa orang yang terzalimi, doa musafir (orang yang sedang berpergian), dan doa (keburukan) dari bapak kepada anaknya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Berdasarkan hadis di atas menunjukkan bahwa ada tiga orang yang doanya mustajab atau cepat terkabul.

Pertama adalah orang yang terzalimi. Yakni doanya untuk orang yang menolong serta membantunya untuk bangkit dari kezaliman. Atau doanya untuk orang yang telah menzaliminya dengan cara dan dalam bentuk apapun.

Oleh karena itu, maka hendaknya kita menjaga diri untuk tidak menzalimi orang lain karena doanya termasuk doa yang cepat dikabulkan. Mungkin bukti dikabulkannya tidak langsung terasa, tetapi ingatlah Allah Swt. lah yang Bijaksana. Dia tahu dengan cara apa doa itu dikabulkan.

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dinukil di dalam kitab Mar’atul Mafatih karya imam At-Tibrizi, alasan orang yang terzalimi termasuk dalam deretan orang yang doanya terkabul adalah karena benarnya permintaan yang ia panjatkan (artinya apa yang diminta sesuai dengan kenyataan), lembutnya hati, kondisi saat itu dan ratapannya.

Baca Juga :  Konsep Amar Makruf Nahi Mungkar Menurut Ibnu ‘Asyur

Kedua. Orang musafir. Yakni doanya orang sedang dalam perjalanan. Baik doa kebaikan untuk orang yang telah mau bersedia berbuat baik kepadanya. Ataupun doa keburukan untuk orang yang telah menyakiti dan berbuat jelek kepadanya.

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dinukil di dalam kitab Mar’atul Mafatih karya Imam At-Tibrizi terdapat alasan mengapa orang musafir termasuk yang cepat terkabul doanya.

Alasannya adalah karena orang musafir itu sedang jauh dari tempat tinggalnya, di mana saat perjalanan ia hanya berharap dua hal, kebaikan dan harapan kepada Allah untuk bisa kembali ke tempat tinggalnya lagi.

Ketiga. Bapak kepada anaknya. Yakni doa keburukan dari seorang bapak kepada anaknya. Redaksi di dalam hadis tersebut Rasulullah saw. menggunakan kata al-waalid yang berarti bapak. Mengapa tidak menggunakan kata al-waalidah yang berarti ibu? Hal ini dikarenakan sudah menjadi kemakluman bahwa doanya seorang ibu itu lebih manjur lagi alias lebih cepat terkabulkan.

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dinukil di dalam kitab Mar’atul Mafatih karya Imam At-Tibrizi terdapat alasan mengapa bapak termasuk orang yang cepat terkabul doanya. Alasannya adalah karena doanya bapak kepada anaknya adalah atas dasar belas kasih, kebaikan, dan sesuai dengan apa yang dimampui oleh anak.

Doanya bapak itu juga dipanjatkan dengan ikhlas. Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada orang tua, baik ibu yang doanya sangat manjur atau bapak yang doanya juga termasuk kategori cepat terkabul. Sehingga jika berbuat baik kepada mereka, doa yang terucap pun akan baik kepada kita. Namun, berhati-hatilah jika sampai menyakiti hati mereka. Bisa-bisa bukan doa kebaikan yang kita terima tetapi sebaliknya.

Demikianlah tiga orang yang doanya mustajab. Yakni orang yang terzalimi, orang musafir dan seorang bapak kepada anaknya. Berbuat baiklah kepada mereka, agar mereka mendoakan kebaikan kepadamu. Sebaliknya, berhati-hatilah menyakiti hati mereka, bisa jadi doa kejelekan yang kita terima. Padahal doa mereka sangat cepat dikabulkan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here