Tiga Orang yang Doanya Cepat Diijabah

9
66198

BincangSyariah.Com – Berdoa adalah sebuah manifestasi kelemahan dan ketidakberdayaan seorang makhluk. Oleh karena itu, berdoa merupakan keniscayaan yang selalu dan harus dipanjatkan oleh makhluk kepada Sang Khalik. Selain berdoa untuk diri sendiri, aktivitas berdoa juga sangat layak jika dipanjatkan untuk mendoakan orang lain. Sementara itu, terkait frekuensi cepat tidaknya terkabulnya sebuah doa tidaklah ada yang tahu. Namun, Nabi saw. pernah menginformasikan bahwa ada tiga orang yang doanya mustajab. Doa siapa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

Abu Hurairah r.a. pernah meriwayatkan sebuah hadis, bahwasannya Rasulullah saw. bersabda:

 ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ. رواه الترمذي.

“Tiga macam doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya adalah doa orang yang terzalimi, doa musafir (orang yang sedang berpergian), dan doa (keburukan) dari bapak kepada anaknya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Berdasarkan hadis di atas menunjukkan bahwa ada tiga orang yang doanya mustajab atau cepat terkabul.

Pertama adalah orang yang terzalimi. Yakni doanya untuk orang yang menolong serta membantunya untuk bangkit dari kezaliman. Atau doanya untuk orang yang telah menzaliminya dengan cara dan dalam bentuk apapun.

Oleh karena itu, maka hendaknya kita menjaga diri untuk tidak menzalimi orang lain karena doanya termasuk doa yang cepat dikabulkan. Mungkin bukti dikabulkannya tidak langsung terasa, tetapi ingatlah Allah Swt. lah yang Bijaksana. Dia tahu dengan cara apa doa itu dikabulkan.

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dinukil di dalam kitab Mar’atul Mafatih karya imam At-Tibrizi, alasan orang yang terzalimi termasuk dalam deretan orang yang doanya terkabul adalah karena benarnya permintaan yang ia panjatkan (artinya apa yang diminta sesuai dengan kenyataan), lembutnya hati, kondisi saat itu dan ratapannya.

Kedua. Orang musafir. Yakni doanya orang sedang dalam perjalanan. Baik doa kebaikan untuk orang yang telah mau bersedia berbuat baik kepadanya. Ataupun doa keburukan untuk orang yang telah menyakiti dan berbuat jelek kepadanya.

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dinukil di dalam kitab Mar’atul Mafatih karya Imam At-Tibrizi terdapat alasan mengapa orang musafir termasuk yang cepat terkabul doanya.

Alasannya adalah karena orang musafir itu sedang jauh dari tempat tinggalnya, di mana saat perjalanan ia hanya berharap dua hal, kebaikan dan harapan kepada Allah untuk bisa kembali ke tempat tinggalnya lagi.

Ketiga. Bapak kepada anaknya. Yakni doa keburukan dari seorang bapak kepada anaknya. Redaksi di dalam hadis tersebut Rasulullah saw. menggunakan kata al-waalid yang berarti bapak. Mengapa tidak menggunakan kata al-waalidah yang berarti ibu? Hal ini dikarenakan sudah menjadi kemakluman bahwa doanya seorang ibu itu lebih manjur lagi alias lebih cepat terkabulkan.

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dinukil di dalam kitab Mar’atul Mafatih karya Imam At-Tibrizi terdapat alasan mengapa bapak termasuk orang yang cepat terkabul doanya. Alasannya adalah karena doanya bapak kepada anaknya adalah atas dasar belas kasih, kebaikan, dan sesuai dengan apa yang dimampui oleh anak.

Doanya bapak itu juga dipanjatkan dengan ikhlas. Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada orang tua, baik ibu yang doanya sangat manjur atau bapak yang doanya juga termasuk kategori cepat terkabul. Sehingga jika berbuat baik kepada mereka, doa yang terucap pun akan baik kepada kita. Namun, berhati-hatilah jika sampai menyakiti hati mereka. Bisa-bisa bukan doa kebaikan yang kita terima tetapi sebaliknya.

Demikianlah tiga orang yang doanya mustajab. Yakni orang yang terzalimi, orang musafir dan seorang bapak kepada anaknya. Berbuat baiklah kepada mereka, agar mereka mendoakan kebaikan kepadamu. Sebaliknya, berhati-hatilah menyakiti hati mereka, bisa jadi doa kejelekan yang kita terima. Padahal doa mereka sangat cepat dikabulkan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

100%

9 KOMENTAR

  1. sya udah diludahi di fitnah,dihina,tapi knp doa kbaikan blm ijabah da sdah tidak kuat atas kezoliman siti khotimah kk ipar sy,kok blm di kabulka pdahal udah gunakan wktu mustajab.salah satunya saat hujan sy krj disawah berdoa walau basah kuyup tdak sy hiraukan perir jg fak sy hiraukan karena sy pinggin doa sy dikabulkan tapi sampai saat ini blm jg dikaulkan.trus ttg sedekah,mf bkan sombong ,sy sedekah itu iklas,mbantu orang khabisaj bensin di jalan,org pinjam uang tapi ssah ditagih akhiry sy sedekahkan,sedekah pool dgn brhutang ikuti tausiah ustad yusuf mansur,tapi kenapa hutang malah belum lumas lunas,gali lobang tutup lobang.kenapa islam muluk muluk mohon tausiahy krn sy mulai runtuh iman sya.trm ksh .mohon balasanya di [email protected] Wassalam mllkum wrwb

  2. Difitnah ya biasa,, diludahi ya dimaafkan, didoakan semoga mendapat hidayah.
    Kerja bertani kena hujan ya biasa, tinggal ngeyup,, salahnya dmn?
    Sedekah itu untuk terhindar dari api neraka, sebagai tabungan juga di akhirat kelak.
    Hidup tak mesti kaya, yg penting cukup,, makan seadanya gpp,, yg penting selamat dunia, terutama akhiratnya.
    Wallahu a’lam bhisshowaab.

  3. Difitnah ya biasa,, diludahi ya dimaafkan, didoakan semoga mendapat hidayah.
    Kerja bertani kena hujan ya biasa, tinggal ngeyup,, salahnya dmn?
    Sedekah itu untuk terhindar dari api neraka, sebagai tabungan juga di akhirat kelak.
    Hidup tak mesti kaya, yg penting cukup,, makan seadanya gpp,, yg penting selamat dunia, terutama akhiratnya.
    Wallahu a’lam bhisshowaab.

  4. Difitnah ya biasa,, diludahi ya dimaafkan, didoakan semoga mendapat hidayah.
    Kerja bertani kena hujan ya biasa, tinggal ngeyup,, salahnya dmn?
    Sedekah itu untuk terhindar dari api neraka, sebagai tabungan juga di akhirat kelak.
    Hidup tak mesti kaya, yg penting cukup,, makan seadanya gpp,, yg penting selamat dunia, terutama akhiratnya.
    Wallahu a’lam bhisshowaab.

  5. Biasa itu krna anda blum mengalaminya.boleh lah kalau sekali tempo tapi udh ber ulang kali.sy udh coba sabar dn doa kebaikan agar dia sadar bukannya malah sadar malah semakin zolim. dia yg sy mksd adalah KK ipar.bahkan dia mengatain Bibir ibu saya busuk sampai ibu sy menangis.Skarang man buktinya.satu lagi sedekah bukan mmbuat miskin tetapi kenapa hutang saya malah menumpuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here