Tiga Objek dalam Filsafat Islam yang Harus Kamu Tahu

0
188

BincangSyariah.Com – Ketika mendengar atau membaca istilah “filsafat Islam”, banyak orang menyangsikan relevansinya dengan kehidupan masa kini. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui tiga objek dalam filsafat Islam terlebih dahulu sebelum mencoba memahami pemikiran para filsuf Islam. Hal ini berguna agar kita bisa menerka the benefits of the doubt di setiap teori dalam disiplin keilmuan dan pemikiran atau pendapat seseorang.

Filsafat Islam kerap dianggap sebagai cabang ilmu yang mengesahkan berpikir bebas tanpa batasan. Padahal, tak ada kebenaran mutlak dalam filsafat Islam, sebab dalam ketetapan filsafat Islam, kebenaran mutlak hanyalah milik Allah Swt. semata. Artinya, seorang Muslim sama sekali tidak bisa berpikir bebas dalam berfilsafat Islam.

Batasan tersebut diperkuat dengan objek dalam filsafat Islam yang hanya berjumlah tiga. Apabila ada orang yang mengklaim bahwa filsafat membolehkan untuk berpikir bebas, maka sebenarnya ia tak memahami apa itu arti filsafat Islam. Ada pijakan yang menopang pemikiran dalam filsafat Islam. Pijakan tersebut memusatkan Allah Swt., Tuhan Semesta Alam sebagai pemilik alam idea yang tak bisa dijangkau sama sekali oleh daya pikir manusia.

Berpikir filsafat bukan berarti berpikir bebas sebebas-bebasnya. Dalam berfilsafat, segala sesuatu hanya dibentangkan dengan sangat detail. Proses pendetailan tersebut yang mungkin dianggap rumit oleh sebagian orang. Berpikir filsafat juga bisa dimaknai sebagai hasil usaha manusia yang berkesinambungan di seluruh jagad raya.

Dalam bukunya yang berjudul Filsafat Islam: Filosof dan Filsafatnya (2004), Sirajuddin Zar menuliskan bahwa meskipun filsafat Islam sama sekali tak bisa lepas dari diskursus filsafat secara umum, khususnya filsafat Yunani kuno, filsafat Islam sepenuhnya berpijak pada akal yang merupakan anugerah dari Allah Swt.

Baca Juga :  al-Muqaddimah karya Ibn Khaldun: Proyek Epistemologi Pengetahuan dan Kebudayaan Islam

Dalam filsafat Islam, ada dua jenis pengetahuan. Pengetahuan yang pertama didapatkan manusia dari wahyu sedangkan pengetahuan yang kedua berasal dari indra dan akal manusia. Sirajuddin Zar melanjutkan bahwa pengetahuan kedua inilah yang kemudian dikategorikan sebagai pengetahuan indra, ilmu pengetahuan dan filsafat. Pemikiran yang dihasilkan manusia hanyalah replika dari wujud asli yang diciptakan oleh Allah Swt.

Objek bahasan filsafat dibagi menjadi tiga pokok utama. Ada al-Wujud atau ontologi, al-Ma’rifat atau epistemologi, dan al-Qayyim atau aksiologi. Tiga objek dalam filsafat Islam ini sebenarnya tak berbeda dengan filsafat pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada pijakannya, bahwa objek sejati atau kebenaran mutlak dalam filsafat Islam hanyalah milik Allah Swt. semata. Maka, sangat penting bagi kita untuk memahami tiga objek tersebut.

Saat ini, tak banyak orang Islam yang mau menjajaki wilayah filsafat Islam. Banyak orang tak peduli pada asal-muasal pengetahuan yang diterima. Hal ini menyebabkan lebih banyak orang cenderung menjadi Islam eksklusif, bukan inklusif. Absennya filsafat Islam membuat permasalahan dalam dunia Islam semakin meluas, berakar pada ketidakmauan berpikir secara runut dan kegiatan membaca yang tak dibiasakan.

Terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber-sumber bacaan filsafat Islam juga memengaruhi lemahnya ketertarikan banyak orang pada tema-tema filsafat Islam. Padahal, memahami filsafat Islam bukan berarti harus mempraktikkan apa-apa yang telah dipelajari. Mengetahui pembahasan filsafat Islam adalah modal utama untuk mengkritisi pengetahuan yang akan didapatkan nanti.

Sikap kritis ini juga berguna untuk mendedah pemikiran atau pendapat orang lain. Apabila telah memahami objek dalam filsafat Islam yang mencakup al-Wujud, al-Ma’rifat dan al-Qayyim, maka Insya Allah kita akan punya modal untuk berpikir filsafat, yakni mendetailkan dan mengkritisi segala sesuatu, termasuk ceramah-ceramah Islami yang semakin banyak diproduksi di media sosial.[]

Baca Juga :  Kritik Ibn Khaldun Terhadap Filsafat (2): Kritik Terhadap Batas Penggunaan Rasio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here