Islam, Al-Qur’an, dan Uban; Nasihat untuk Orang Beriman

0
2233

BincangSyariah.Com – Nasihat adalah sebuah kalimat yang luas cakupan maknanya. Maknanya adalah menghendaki kebaikan bagi orang yang diberi nasihat. Dijelaskan dalam kitab Asy-Syarhul Kabiir ‘alal arba’in an nawawiyyah bahwa Seseorang yang memberi nasihat diserupakan dengan orang yang menjahit pakaian karena orang yang memberi nasehat kepada orang lain pada hakikatnya adalah memperbaiki orang yang dinasehati, demikian orang yang menjahit baju yang berlubang (ia memperbaiki lubang yang terdapat pada baju tersebut). dalam kitab tersebut disebutkan:

نصح الرجل ثوبه إذا خاطه

Seseorang laki-laki menjahit pakaiannya

Jika hakikat nasihat adalah menghendaki kebaikan, maka tiga nasihat pamungkas ini juga tidak mungkin tidak menghendaki umat Islam pada kebaikan pula. Tiga nasehat pamungkas tersebut adalah Islam, Al Qur’an, dan uban. Dalam kitab Hayatussalaf disebutkan sebagai berikut:

من لم يتعظ بثلاث لم يتعظ بشيئ : الإسلام والقرأن والشيب

Jika dinasehati dengan tiga hal berikut tak menerima, maka ia tidak akan bisa menerima apapun. Tiga hal tersebut adalah Islam (ketundukan kepada Allah), Al Qur’an (firman Allah), dan uban (tanda mendekati kematian)

Nasihat yang pertama dan kedua adalah Islam dan sumber hukumnya, Al Qur’an. Apa saja yang datangnya bersumber dari keduanya tentu menghendaki pada kebaikan seseorang. Aturan dan nasehat dihadirkan untuk manusia begiu indah.

Semua sisi kehidupan dipenuhi dengan rambu-rambu yang tidak hanya sarat dengan kemaslahatan, tetapi juga membebaskan manusia dari bahaya. Bak santapan, maka kandungan Islam dan Al Qur’an mengandung banyak nutrisi, hyginis atau bersih dari kotoran. Itulah substansi nilai-nilai baik yang sangat kokoh melekat.

Begitupun dengan nasihat pamungkas yang ketiga, yaitu uban. Uban atau rambut putih di kepala kebanyakan diasumsikan sebagai tanda seseorang mulai menua. Semakin tua, maka semakin banyak uban yang dimiliki. Alhasil makna yang dikehendaki adalah agar semakin banyak beramal shaleh, sebab sudah semakin mendekati ajal. (Ini Alasan Makruh Mencabut Uban dalam Islam)

Baca Juga :  Enam Potret Penguasa yang Adil

Dalam buku Pintar Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah dari Firman Allah karya Dr. Nadiah Thayyarah, disebutkan bahwa uban uban di kepala disebabkan emosi jiwa dan rasa takut. Dalam tafsir Al-Qurthubi disebutkan, “Bab an-Nadzir atau tentang uban; tanda-tanda dekatnya ajal dan usia tua seperti melemahnya pandangan, membungkuknya punggung, dan berubannya rambu”.  Yang demikian senada dengan QS Fathir ayat 37:

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِير

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here