Tiga Macam Tangis Menurut Sayyidina Ali Ra., Apa Saja?

0
740

BincangSyariah.Com – Salah satu yang menghiasi mata adalah tangis. Apalagi disaat-saat sulit atau sedang ditimpa musibah. Sayyidina Ali radiyallahu ‘anhu menyebut tangis itu ada tiga rupa yang membawa manusia pada kemujuran utamanya kelak ketika terjadi yaumil ba’tsi (hari bangkit kubur). Penjelas tentang tiga macam tangis ini terdapat dalam kitab Nashaihul Ibad.

Pertama, tangis karena takut pada siksa Allah. Sepedih-pedih dan kemalangan hidup di dunia tentu lebih dahsyat pedihnya siksa Allah. Oleh karena itu menangis karena takut terhadap siksa ini dianjurkan. Sebab tangis jenis ini menjadi salah satu kafarat atau penebus atas dosa yang telah diperbuat manusia semasa di dunia.

Selain itu, bila kita menangis karena takut pada siksa Allah kelak, tangis ini dapat membebaskan manusia dari adzab Allah. Bukankah terhindar dari adab Allah adalah impian umat Islam. Sebab, tidak ada yang lebih nikmat dari pada terbebas dari azab-Nya. Selain menangis karena takut pada siksa, tentu harus dibarengi dengan memperbanyak amal salih.

Kedua, tangis karena takut pada murka Allah. Berbeda siksa, murka Allah bisa terjadi dan bisa dirasakan oleh manusia sekalipun masih hidup di dunia. Menangis karena takut pada murka Allah akan membuat manusia terhindar dari terbukanya aib. Setiap manusia tentu memiliki aib meskipun sebagian ada yang kelihatan dan sebagian lagi masih tersembunyi. Nah, aib yang sudah muncuat kepermukaan seetulnya adalah bagian dari murka Allah.

Jika aib sudah tersingkap, tampan wajah tak lagi indah, harta melimpah tak lagi berkah, penghormatan tak lagi dirasakan, dan bahkan kekuasaan bisa lucut dari tangan. Para koruptor misalnya, ia harus mendekam dalam penjara dan tidak sedikit ditinggal oleh keluarganya lantaran aib sudah terbuka. Berbeda tatkala aib masih tersimpan rapi. Maka disini  pentingnya untuk menangis karena takut pada murkanya sembari diiringi dengan perbuatan yang disyariatkan agama. Hadiah dari tangisan ini adalah dilimpahkan ketetapan nikmat dan ditinggikan derajat oleh Allah.

Baca Juga :  al-Ghibtoh, Sikap Iri yang Direstui Agama

Ketiga, tangis karena takut jauh dari Allah. Memang sejatinya setiap manusia tidak bisa menjauh dari Allah. Sebab bagaimanapun, disadari atau tidak, setiap manusia tidak akan pernah luput dari pengawasan-Nya digelap-kegelapan seklipun. Jadi yang dimksud takut jauh dari Allah disini adalah terhindar dari ridla Allah.

Soal perkara ridha Allah tidak bisa diajngkau oleh kasat mata. Sebab ridha Allah yang sesungguhnya tidak tercermin oleh kenyamanan berbasis duniawi belaka, namun kelak akan terlihat dalam kehidupan akhirat. Manusia yang semasa hidupnya menangis lantaran takut jauh dari Allah ia akan menerima hadiah khusus dari Allah. Hadiah itu berupa melihat dzat Allah kelak, bisa berziarah kepada Malaikat, dan meungkinkan untuk mendapatkan banyak kebaikan di akhirat.

Dari tiga macam tangis menurut Sayyidina Ali radiyallahu ‘anhu ini, jenis tangis manakah yang sering atau sudah kita lakukan? Atau, jangan-jangan selama ini air mata kita bercucuran secara cuma-cuma. Maka masih ada waktu untuk menangis dan air mata menjadi saksi atas sesal dosa yang mungkin telah kita perbuat selama ini. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here