Tiga Macam Bentuk Kezaliman yang Dilakukan Manusia

0
28

BincangSyariah.Com – Zalim atau aniaya termasuk salah satu akhlak tercela. Zalim artinya menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Zalim diharamkan oleh Allah Swt. dalam setiap keadaan. Di manapun kita berada,  jangan sekali-kali berbuat zalim, baik zalim pada diri sendiri atau pada orang lain. Lebih-lebih jangan sampai berbuat zalim kepada Allah Swt., yakni dengan menyekutukan-Nya.

Dalam hadits qudsi, Allah swt. berfirman:

يا عبادي اني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا

Wahai hamba-hamba-Ku, Aku haramkan kezaliman pada diriku sendiri dan Aku jadikan suatu hal yang diharamkan pada kalian, oleh karena itu janganlah kalian saling menzalimi. (HR. Ahmad)

Allah menegaskan dalam hadits qudsi tersebut bahwa kezaliman adalah perbuatan yang diharamkan. Allah Swt. mengharamkan Dzat-Nya untuk zalim pada makhluk-Nya. Tidak ada ceritanya Allah Swt. menganiaya manusia atau makhluk yang lain. Kesalahan besar dan sangat fatal ketika ada yang berpikir Allah Swt. sudah melakukan kezaliman pada dirinya. Misal karena selalu ditimpa musibah, lalu ia menyalahkan takdir Allah. Na’uzubillah.

Sekali-kali Allah Swt. tidak pernah zalim pada manusia. Allah Swt. berfirman dalam QS. Yunus (10): 44,

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـًٔا وَّلٰكِنَّ النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.” (Baca: Tafsir Surah al-Hujurat: 11; Kezaliman terhadap Orang Lain Awalnya dari Sifat Merendahkan)

Dalam Tafsir al-Bgahawi disebut bahwa Allah itu Maha Adil. Maha Suci Allah Swt. dari perbuatan zalim. Adapun manusia, mereka menzalimi dirinya sendiri dengan kemusyrikan dan kemaksiatan.

Terdapat tiga macam bentuk kezaliman; (1) besar (a’zham); (2) sedang (awsath); dan (3) kecil (asghar).  Contoh perbuatan zalim yang terbesar adalah menyekutukan Allah Swt. dengan makhluk-Nya. Dosa perbuatan zalim ini tidak akan diampuni oleh Allah.

Baca Juga :  Selain Uang, Ini Empat Jenis Sedekah yang Bisa Anda Lakukan

Contoh perbuatan zalim awsath adalah mengambil milik orang lain tanpa hak. Kembalikan dulu barang yang diambil, lalu minta maaf pada yang bersangkutan, maka baru Allah Swt. akan memaafkan.

Contoh perbuatan zalim paling kecil adalah mengabaikan kewajibannya kepada Allah Swt. Misal sering telat solat fardu, puasa ramadan suka bolong, pendusta, janji palsu, dll. Allah Swt. akan mengampuni dosa zalim yang seperti ini bila pelakunya bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Penulis membagi zalim pada tiga tingkatan di atas karena didasarkan pada hadis Nabi. Dalam hal ini, Rasulullah Saw. bersabda:

الظلم ثلاثة فظلم لا يغفر الله وظلم يغفره وظلم لا يتركه فاما الظلم الذي لا يغفره فالشرك قال تعالى ان الشرك لظلم عظيم واما الظلم الذي يغفره فظلم العباد انفسهم فيها بينهم وبين ربهم واما الذي لا يتركه الله فظلم العباد بعضهم بعضا حتى يدين لبعضهم من بعض

Kezaliman dibagi tiga. (1) Zalim yang tidak akan diampuni oleh Allah, (2) Kezaliman yang akan diampuni oleh-Nya, (3) Kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah. Adapun zalim yang tidak akan diampuni oleh Allah adalah perbuatan syirik. Allah Swt. berfirman: Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang amat besar. Adapun kezaliman yang diampuni oleh Allah adalah zalimnya manusia pada dirinya sendiri, yakni lalainya pada hak antara mereka dan Tuhannya. Adapun kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah zalimnya manusia pada saudaranya yang lain sampai mereka saling memaafkan. (HR. Thoyalisi, dari Anas Bin Malik Ra, Mukhtarul Ahadits)

Dalam hadis tersebut, Rasulullah Saw. menegaskan bahwa ada tiga macam bentuk kezaliman. Pertama, Allah tidak akan mengampuni pelakunya, yaitu kezaliman yang dilakukan manusia pada Allah Swt. dengan menyekutukan-Nya. Ketika menempatkan makhluk di tempat Allah atau sebaliknya, berarti manusia telah melakukan kezaliman yang besar. Karena ia meletakkan posisi Allah atau makhluk bukan pada tempat yang sebenarnya. Na’uzubillah.

Kedua, Allah Swt. akan mengampuni kezaliman manusia pada dirinya sendiri. Syaratnya adalah bertobat dengan sebenar-benarnya, menyesali perbuatannya, dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

Baca Juga :  Hadiah Pahala untuk Orang yang Sudah Meninggal

Ketiga, Allah Swt. akan mengampuni kezaliman manusia pada orang lain dengan syarat ia minta maaf langsung pada yang bersangkutan. Dalam artian Allah Swt. akan mengampuninya ketika orang yang dizalimi memaafkan. Akan tetapi, ketika orang yang dizalimi menuntut balasan setimpal, maka Allah Swt. mensyariatkan membolehkan orang itu membalasnya. Sah-sah saja bila orang yang disakiti menuntut balasan. Akan tetapi memaafkan tetap lebih baik. Lepas itu, baru ampunan Allah Swt. akan didapat.

Semoga Allah Swt. menjauhkan kita dan keluarga dari semua bentuk kezaliman. Amin.

Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here