Tiga Kondisi Kalbu dalam Al Qur’an

0
213

Kalbu adalah satu dari sekian banyak organ manusia yang perlu dijaga dengan sebaik-baik penjaga. Karena kalau tidak, maka resiko akan datang menghampiri. Kalbu ibarat generator penggerak setiap tindakan dan perbuatan seseorang.

Baik-buruk perbuatannya tergantung pada bagus atau rusaknya kalbu. Yang dilihat dan dinilai dari seseorang di sisi Allah ‘azza wa jalla adalah kalbu dan amalannya. Di sisi lain, kalbu merupakan bagian yang mudah sekali mengalami perubahan. Kalbu itu lemah dan mudah terwarnai. Sebab itulah, jagalah hati, jangan kau kotori.

Al Qur’an menyebutkan kondisi manusia dengan tiga tingkatan. Pertama adalah kalbu yang selamat atau bersih (qalbun salim). Kondisi inilah yang akan dimiliki oleh seseorang dikala ia bisa menjaganya dengan baik.  sebuah kondisi dimana seseorang selamat dari kekufuran, kesesatan, dan bersi dari segala bentuk kemaksiatan.

Kalbu yang seperti inilah yang menjadi idaman setiap jiwa yang fitrah. Untuk mendapatkannya, kita harus terus menjaga keimanan kita sendiri tentunya.  Karena kalbu ini yang akan berharga di sisi Allah. Sebagaimana suratan Al Qur’an dalam QS Asy Syu’ara ayat 88-89:


يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ  إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ

Pada hari yang harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan kalbu yang bersih 

Kedua adalah kalbu yang sakit (qalbun maridh). Kalbu yang banyak diserang dengan berbagai penyakit hati seperti penyakit syubhat dan syahwat. Syubhat bisa membuat seseorang tidak bisa membedakan maan yang benar dab batil. Begitupun dengan penyakit syahwat yang membuat seseorang senang melakukan yang haram dan mudah tergoda maksiat. Kondisi kalbu yang seperti itu yang disebutkan Allah dengan sifat orang-orang munafiq. Firman Allah dalam QS Al Baqarah ayat 10:

Baca Juga :  BincangSyariah Salah Satu Inisiasi Acara Temu Pengelola Website Keislaman

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ

Dalam hati mereka ada penyakit. Lalu Allah tambahkan penyakitnya. Dan bagi mereka azab yang pedih karena mereka berdusta

Ketiga adalah kalbu yang mati (qalbun mayyit). Sebuah kondisi dimana seseorang sudah tidak bisa lagi melihat kebenaran. Bukan mata yang yang buta, melainkan hati ynag tidka lagi berfungsi sebagaimana biasanya. Dalam QS Al Hajj ayat 46 disebutkan:

فَإِنَّهَا لَا تَعۡمَى ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَلَٰكِن تَعۡمَى ٱلۡقُلُوبُ ٱلَّتِي فِي ٱلصُّدُورِ

Sebenarnya bukan mata yang buta, melainkan yang buta adalah kalbu-kalbu yang di dalam dada



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here