Tiga Jenis Bangkai Hewan yang Dihukumi Suci

0
2120

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, pada dasarnya semua bangkai hewan adalah najis dan haram dimakan, baik bangkai hewan yang bisa dimakan maupun yang haram dimakan. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah al-Maidah ayat 3 berikut;

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ

“Diharamkan bangkai atas kalian”

Meski ayat ini menunjukkan bahwa semua bangkai hewan adalah haram dan najis, namun ada tiga bangkai hewan yang dihukumi suci.

Pertama, bangkai ikan. Selain halal dimakan, semua jenis bangkai ikan dihukumi suci. Hal ini berdasarkan hadis  riwayat Imam Abu Daud dan Tirmidzi, Nabi saw bersabda;

هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِل مَيْتَتُهُ

“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.”

Juga berdasarkan firman Allah dalam surah al-Maidah ayat 96 berikut;

أُحِل لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan.(QS. Al-Maidah : 96)

Mengomentari ayat ini, para shahabat Nabi Saw seperti Abu Bakar, Ibu Abbas dan lainnya berkata :

إِنَّ صَيْدَ الْبَحْرِ مَا صِيدَ مِنْهُ وَطَعَامَهُ مَا مَاتَ فِيهِ

“Sesungguhnya yang dimaksud dengan binatang buruan laut (shaidul bahri) adalah semua hewan yang ditangkap di laut. Dan yang dimaksud dengan makanan dari laut (tha’amuhu) adalah hewan yang mati di dalam laut.”

Kedua, bangkai belalang. Bangkai belalang halal dimakan dan ia juga dihukumi suci. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dan Al-Baihaqi, Nabi saw bersabda;

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَال

“Telah dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Dua darah itu adalah hati dan limpa.”

Baca Juga :  Memahami Tipologi Pemahaman Hadis Para Ulama

Ketiga, hewan tanpa darah. Setiap hewan yang tidak memiliki darah, maka bangkainya dihukumi suci meskipun tidak halal dimakan. Misalnya, lalat dan serangga kecil lainnya. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi Saw bersabda;

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فيِ شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزَعَهُ فَإِنَّ فيِ إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءٌ وَالأُخْرَى شِفَاءٌ

“Bila ada lalat jatuh ke dalam minuman kalian, maka tenggelamkanlah kemudian angkat. Karena pada salah satu sayapnya ada penyakit dan salah satunya kesembuhan.”

Dalam hadis ini, Nabi Saw menyuruh untuk menceburkan lalat yang masuk ke dalam minuman di mana ada isyarat bahwa lalat itu tidak mengakibatkan minuman itu menjadi najis. Kemudian para ulama menarik kesimpulan bahwa semua hewan yang tidak memiliki, maka disamakan dengan lalat, yaitu bangkainya tidak najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here