Tiga Hal yang Menjerumuskan ke Dalam Neraka Jahanam

0
310

BincangSyariah.Com – Di dalam kitab Irsyatudul Ibad ilaa Sabili Ar-Rosyad (h. 83), Syekh Zainudin bin Abdul Aziz bin Zainudin Al- Malibary, menyampaikan sebuah kisah yang pada intinya tiga perkara yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam neraka Jahanam.

Adupun rincian tiga perkara tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, namimah/adu domba.

Definisi namimah atau adu domba menurut sepakat ulama’ adalah:

وهى نقل الكلام الناس الى بعض على وجه الافساد بينهم

Namimah adalah menyampaikan perkataan manusia kepada manusia lain dengan cara merusak di antara mereka

Adu domba adalah menyampaikan perkataan orang lain baik dalam bentuk verbal atau tulisan kepada orang lain baik dengan cara verbal atau tulisan pula kepada orang lain dengan nada propokasi. Dengan begitu orang yang dibicarakan tersebut menjadi gusar dan marah kepada orang yang pertama yang membicarakannya. Kemudian perkataan orang yang dibicarakan tadi disampaikan kembali kepada pembicara pertama yang pada akhirnya keduanya saling bermusuhan. Dalam lingkungan masyarakat orang yang suka mengadu domba dikenal dengan “orang bermuka dua”.

Titik tekan dari adu domba adalah cara atau maksud dari penyampaian perkataan itu untuk merusak hubungan baik antara dua orang atau lebih. Tidak semua penyampaian perkataan orang kepada orang lain termasuk adu domba. Jika konten dan maksud dari perkataan tersebut bernilai positif yang berupa masukan atau teguran yang bersifat membangun maka itu masuk ke dalam kategori nasehat dan itu merupakan sebuah keniscayaan.

اما نقل الكلام نصيحة للمنقول إليه فواجب

Adapun memindahkan/menyampaikan perkataan seseorang dengan maksud nasehat kepada yang dibicarakan maka hukumnya wajib.

Ulama sepakat bahwa namimah atau adu domba masuk ke dalam golongan kabair atau dosa besar. Pelaku dosa besar tempatnya di akhirat nanti tidak lain dan tidak adalah neraka jahanam. Naudzubillahi min dzalik. Sesuai dengan redaksi berikut:

Baca Juga :  Benarkah Tidur Pagi itu Bisa Membuat Seret Rezeki?

وقد إتفق العلماء على أنها من الكبائر

Sungguh ulama’ telah sepakat bahwa Sanya (namimah) termasuk dosa besar.

Kedua, hasad/ dengki

Secara etimologi hasad – mengutip kamus Mahmud Yunus -berarti iri hati atau dengki. Sementara hasad secara terminologi adalah menginginkan dan berupaya menghilangkan nikmat orang lain baik nikmat yang bersifat ukhruwi maupun duniawi. Sebagaimana yang didefinisikan oleh Imam Nawawi berikut dalam Riyadh as-Shalihin (h. 600,

هو تمنى زوال النعمة عن صاحبها سواء كانت نعمة دين او دنيا

(Hasad) adalah mengharapkan hilangnya nikmat sahabatnya baik nikmat keagamaan atau nikmat dunia. 

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasad sama dengan iri hati atau tidak suka jika ada orang lain mendapatkan nikmat baik dalam bentuk materil atau inmateril. Biasanya orang yang tidak senang atau iri melihat saudara, tetangga atau orang lain bahagia atau mendapatkan rezeki ia berusaha untuk menghilangkan kenikmatan itu baik dengan cara mencuri atau dengan cara lainnya. Tentunya hal itu sangat dilarang oleh agama.

Sebagaimana pendapat Imam Nawawi berikut:

كل المسلم على المسلم حرام دمه وعرضه وماله

Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya dan harta bendanya

Membunuh dan mencuri salah perbuatan yang dilarang atau diharamkan. Orang yang gemar melakukan perkara yang diharamkan maka akan masuk neraka. Naudzubillahi min dzalik.

Ketiga, Syurb al-Khamr/Minuman keras. Semua barang yang memabukkan itu haram. Segala jenis khamr/atau minuman keras itu juga diharamkan. Sebagaimana pendapat Al-Ghazali dalam Mukasyafatu al-Qulub (h. 279) berikut,

كل مسكر حرام وكل خمر حرام

Segala yang memabukkan itu haram, dan segala khamr itu haram.

Segala bentuk barang yang memabukkan hukumnya haram, termasuk juga barang yang hukum asalnya halal karena dikonsumsi dalam porsi yang berlebihan sehingga memabukkan maka barang itu haram jika dikonsumsi berlebihan. Berbeda dengan khamer, sedikit atau banyak tetap haram. Kecuali dalam pengobatan medis karena ada illat di dalamnya.

Baca Juga :  Di Dua Waktu Ini, Malaikat Tidak Menemani Manusia

Dari potongan hadis yang dikutip oleh Al-Ghazali, orang yang mengkonsumsi minuman keras akan disiksa di neraka jahanam secara keji dan mengerikan:

فإن ماتوا قبل التوبة كان حق على الله أن يسقيهم بكل جرعة شربها فى الدنيا من صديد جهنم

Maka jika orang yang minum khamr meninggal sebelum ia bertaubat maka Allah berhak menyiksanya dalam satu tegukan khamer dibalas dengan nanah di neraka jahanam.

Oleh karena itu bertaubatlah sebelum mau menjemput. Karena kebanyakan maut datang tidak dengan cara bersalam layaknya tetangga yang ingin bertamu. Sehingga tidak ada waktu untuk bertaubat dan ber-istighfar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here