Tiga Hal yang Hilang dari Kita di Dunia Digital

0
563

BincangSyariah.Com – Teknologi yang ada saat ini memang tidak boleh dihindari. Sebagai makhluk sosial, teknologi dibutuhkan di berbagai lini kehidupan kita. Namun, adanya teknologi juga membuat paling tidak tiga hal ini hilang memudar di dunia digital:

1. Persahabatan sebatas ‘like’

Ketika era media sosial (medsos) belum marak seperti sekarang, kita terbiasa dengan sebuah komunitas real, komunitas yang mengandalkan tatap fisik. Teman, kolega, dan rekan bisnis bertemu face to face. Membangun komunikasi menjalin relasi dan dengan sendirinya kita bisa mengeleminir mana teman atau kolega yang bisa kita jadikan teman senafas seperjuangan.

Dari sana, kita bisa menghitung seberapa banyak teman yang kita punya. Kini, eksistensi persahabatan seolah dihitung dari berapa banyak jumlah followers dan likes yang kita miliki.

Kita memang tidak berhenti berkomunikasi dengan teman, kolega, ataupun rekan bisnis kita. Tidak sama sekali. Tapi, komunikasi itu hanya diforsir di dunia digital. Kala melakukan pertemuan real, kerap kali sebagian dari kita membatalkan acara dan berhalangan hadir. Begitu teman kita yang mengundang tadi memposting foto-foto acara yang berlangsung, jempol kita segera menyematkan like.

Like bagaikan absensi kita sebagai makhluk digital. Dengan like, kita seolah tengah mempertahankan eksistensi di tengah hiruk-pikuk masyarakat digital.
Dahulu, sebelum era medosos ini ada, betapa bahagianya kita jika mendapatkan undangan acara teman.

Dari jauh-jauh hari kita sudah mempersiapkan jadwal kehadiran serta bawaan atau hadiah yang kita tabung sebelumnya. Tanpa sadar, kita begitu aktif di dunia digital dibanding di dunia nyata itu sendiri.

2. Mereka yang Terlupakan

Hadirnya teknologi digital memang memaksa orang untuk hidup berdampingan dengannya. Dari mulai urusan kerja, sekolah, hingga bisnis. Tapi, tidak semua orang bisa hidup berdampingan dengan teknologi digital tersebut. Mereka yang gagap teknologi, menyerah dengan teknologi dan memilih hidup ala konvensional.

Baca Juga :  Ini Tiga Tanda Anda Disayang Allah

Mayoritas mereka adalah kakek nenek atau buyut kita. Tidak semua dari kalangan itu, tapi mayoritasnya begitu. Kala ada kesempatan di saat kita bertemu mereka, umumnya mereka sangat antusias pada kehadiran kita. Namun kita, lebih antusias pada dunia digital. Kita bahkan berupaya menghadirkan mereka di dalam dunia digital kita, dengan sekali ‘cekrek’, tiba-tiba mereka seolah bagian dari masyarakat digital.

Caption: “Senangnya bertemu Nenek. Semoga Nenek sehat terus ya, Nek… ”
Kepada siapa caption itu ditujukan? Si nenek? Bukan. Si nenek tidak punya kemampuan hadir dalam dunia digital. Caption itu ditujukan untuk komunitas digital kita, untuk eksistensi kita. Sekali lagi, si nenek tadi terlupakan. Kehadirannya semu.

Sementara, si nenek masih menatap kita antusias. Kehadiran kita bagaikan rindu yang terlunaskan di benaknya. Dan saat ini, banyak nenek-nenek lain yang nasibnya serupa. Mereka yang terlupakan oleh kita.

3. Tensi panas dunia digital dan ramah tamah dunia nyata

Maha benar netizen dengan segala komennya. Barangkali kalimat tadi merupakan gambaran eksplisit dari sikap netizen pada umumnya saat mengomentari apapun yang muncul di timeline medsos. Apapun dikomentari, mulai dari politik, sosial, entertainment, bahkan mengomentari fisik ataupun kehidupan orang lain.

Ketika apapun di dunia digital kita komentari, jari-jemari kita menjadi liar. Tidak ada lagi rasa sungkan pada orang yang tengah kita komentari. Kita seperti hanya menatap layar gadget, tidak menatap wajah orang yang dikomentari. Sehingga rasa empati itu pupus dari hati nurani, kita teronggok pada pusaran tensi panas dunia digital.

Di dunia nyata, ketika nampak lebih sungkan kepada orang lain. Berlaku dan bertutur dengan kata-kata yang sepadan adalah hal yang sering kita lakukan. Kehadiran menjadi sebuah penawar agar hati melunak.

Baca Juga :  Googling Hukum Islam, Ini Tips agar Dapat Jawaban yang Tepat

Semoga dengan hadirnya teknologi digital yang ada, hal itu tidak serta-merta menghilangkan apa-apa yang baik dari dunia nyata kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here