Tiga Cara Menanam Rasa Cinta Kepada Allah

1
23

BincangSyariah.Com – Ada banyak cara untuk menanam cinta kepada Allah Swt. Pertama, bisa dengan cara bertaqarrub kepada Allah Swt. dengan ibadah-ibadah yang sunnah usai melaksanakan yang wajib. Ada sebuah riwayat dari Imam Bukhari dalam kitab shahihnya sebagai berikut:

“Nabi saw bersabda: Allah Swt. berfirman barangsiapa yang memusuhi hambaKu maka aku telah mengumumkan perang terhadapnya, dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub kepadaku dengan suatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah aku wajibkan baginya,

dan hambaku senantisa beribadah kepadaku dengan ibadah-ibadah yang sunnah sehingga aku mencintainya, maka jika aku mencintainya maka aku menjadi pendengaran yang dipergunakannya untuk mendengar, menjadi pandangannya yang dipergunakannya untuk melihat,

menjadi tangannya yang dipergunakan untuk memegang, dan menjadi kaki yang dipergunakan untuk melangkah, jika dia meminta kepadaku niscaya aku mengasihinya dan jika meminta ampun kepadaKu niscaya Aku akan mengampuninya dan jika dia berlindung denganKu niscaya Aku pasti melindunginya,

dan tidaklah aku pernah ragu melakukan sesuatu seperti keraguan diriku mengambil nyawa seorang yang beriman, dia membenci kematian dan Aku tidak suka berbuat buruk kepadanya.” (H.R. Bukhari Muslim: 6502)

Kedua, selalu melaksanakan dzikir kepada Allah Swt. dalam setiap kesempatan baik dengan lisan dan hati disertai dengan amal perbuatan. Maka, ia akan mendapatkan kecintaan dari Allah Swt. sesuai dengan firmanNya sebagai berikut:

Qur’an Surat Ar-Ra’d Ayat 28

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Baca Juga :  Agar Rasa Syukur Kita Sempurna, Ini yang Harus Dihayati

Ketiga, cinta kepada Allah Swt. diwujudkan dengan mengutamakan apa yang dicintaiNya ketimbang apa yang engkau cintai pada saat hawa nafsu menguasai. Allah Swt. berfirman:

Qur’an Surat At-Taubah Ayat 24

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

Qul ing kāna ābā`ukum wa abnā`ukum wa ikhwānukum wa azwājukum wa ‘asyīratukum wa amwāluniqtaraftumụhā wa tijāratun takhsyauna kasādahā wa masākinu tarḍaunahā aḥabba ilaikum minallāhi wa rasụlihī wa jihādin fī sabīlihī fa tarabbaṣụ ḥattā ya`tiyallāhu bi`amrih, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn

Artinya: “Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”

Seseorang mesti mengutamakan apa-apa yang dicintai dan diinginkan oleh Allah Swt. dari apa-apa yang dicintai dan diinginkan oleh seorang hamba sebagai bentuk cinta kepada Allah Swt. Seorang hamba harus mencintai apa yang dicintai oleh Allah Swt. dan membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah Swt.

Keempat, cinta kepada Allah Swt. bisa diwujudkan dengan hati yang menyadari makna dalam asma dan sifat Allah Swt., dan bersaksi atas kebenaran dari Allah Swt. serta melandasi hidupnya dengan kesadaran dan cakupan asma dan sifat ini. Allah Swt. berfirman:

Baca Juga :  Rajin Beribadah tapi Menyembah Hawa Nafsunya Sendiri

Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 180

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad’ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya’malụn

Artinya: “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”[] (Baca: Doa Memohon Cinta kepada Allah)

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Bagaimana mungkin seorang hamba mampu menjalani ketaatan dan mampu meninggalkan kemaksiatan, apabila Allah tak memberikan kemampuan itu kepadanya? Bagaimana bisa seorang hamba mendapatkan karunia ketaatan, tatkala dalam hatinya tiada rasa cinta kepada Dzat yang menganugerahi cinta kepadanya? Kemudian, bagaimana cara seorang hamba bisa mencintai Tuhannya, jikalau berupaya untuk mengenal-Nya saja tidak? (Baca: Tiga Cara Menanam Rasa Cinta Kepada Allah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here