Tiga Alasan Kenapa Manusia Harus Beragama

0
7080

BincangSyariah.Com – Mengapa manusia harus beragama? Secara naluriah, manusia mengakui bahwa kekuatan dalam kehidupan ini di luar kemampuan dirinya. Hal ini bisa dilihat saat manusia mengalami kesulitan hidup, musibah, dan berbagai bencana. Ia akan mengeluh dan minta pertolongan kepada sesuatu yang serba maha, yang dapat membebaskannya dari keadaan itu. Hal ini dialami oleh setiap manusia.

Naluriah inilah yang membuktikan bahwa manusia perlu beragama dan membutuhkan Tuhan. Untuk itu, manusia diperintahkan mengagungkan dan mensucikan-Nya. Tapi, mengapa manusia membutuhkan agama? Bagaimana pula fungsi dan kedudukan agama dalam kehidupan sehari-hari?

Pertama, manusia memerlukan agama karena dalam diri manusia sudah ada potensi untuk beragama. Potensi manusia untuk beragama ini memerlukan pembinaan, pengarahan, pengembangan dengan cara mengenalkan agama kepada setiap manusia.

Kedua, ada kelemahan dan kekurangan dalam diri manusia. Quraish Shihab menyatakan bahwa dalam pandangan al-Qur’an, nafs diciptakan Allah Swt. dalam keadaan sempurna yang mempunyai fungsi untuk menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan. Karena itu, sisi dalam manusia ini dianjurkan untuk diberi perhatian lebih besar.

Quraish Shihab melanjutkan bahwa kata mengilhamkan berarti potensi agar manusia melalui nafs menangkap makna baik dan buruk. Nafs berpotensi positif dan negatif, tapi diperoleh juga isyarat bahwa pada hakikatnya potensi positif manusia ternyata jauh lebih kuat ketimbang potensi negatifnya. Sayangnya, kadangkala dorongan dan daya tarik keburukan lebih kuat dari pada daya tarik kebaikan.

Ketiga, ada tantangan dalam diri manusia. Faktor lain yang bisa menyebabkan manusia memerlukan agama adalah karena manusia dalam kehidupannya menghadapi berbagai tantangan baik yang datang dari dalam maupun tantangan yang datang dari luar.

Tantangan dari dalam dapat berupa dorongan hawa nafsu dan bisikan setan (Q.S. 12:5; 17:53). Sementara itu, tantangan dari luar bisa berupa rekayasa dan upaya- upaya yang dilakukan manusia yang secara sengaja berupaya ingin memalingkan manusia dari Tuhan.

Untuk itu upaya mengatasi dan membentengi manusia adalah dengan mengajarkan mereka agar taat menjalankan agama. Godaan dan tantangan hidup tersebut sangat meningkat, sehingga upaya mengagamakan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

Tuhan menurunkan agama untuk kepentingan manusia. Agama bisa diartikan sebagai ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi oleh manusia. Ikatan ini mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Ikatan tersebut berasal dari kekuatan yang lebih tinggi dari manusia dan sebagai fitrah yang diberikan oleh Tuhan untuk hamba-Nya.

Agama sangat berguna dan mempunyai fungsi yang penting dalam kehidupan manusia. Mengapa bisa begitu? Sebab, agama adalah unsur mutlak dalam pembinaan karakter pribadi dan membangun kehidupan sosial yang rukun dan damai, mendidik agar mempunyai jiwa yang tenang, membebaskan dari belenggu perbudakan, berani menegakkan kebenaran, memiliki moral yang terpuji dan agama dapat mengangkat derajat manusia lebih tinggi dari makhluk Tuhan yang lain.

Mengapa Harus Agama Islam?

Dalam buku Al-Milal wa An- Nihal, Asy-Syahrastani menyatakan bahwa agama adalah ketaatan dan kepatuhan yang bisa diartikan sebagai  pembalasan dan perhitungan amal perbuatan di akhirat kelak. Sedangkan menurut Ath-Thanwi dalam buku Kasyaf Isthilahat Al-Funun disebutkan bahwa agama adalah intisari Tuhan yang mengarahkan orang- orang berakal dengan kemauan mereka sendiri untuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat.

Sementara itu, Maulana Muhammad Ali mendefinisikan Islam dengan merujuk pada firman Allah Swt. dalam surat al- Baqarah ayat 208 yang berarti:

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Sampai di sini dapat disimpulkan bahwa pengertian agama Islam adalah suatu sistem keyakinan, penyembahan dan aturan- aturan Allah Swt. yang mengatur segala kehidupan manusia dalam berbagai hubungan; baik hubungan manusia dengan Allah Swt., dengan sesama manusia dan dengan alam.

Dalam al-Qur’an antara lain dijelaskan oleh Allah Swt. yang tercantum dalam surat al-Baqarah ayat 136:

قُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَآ أُوتِىَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Agama mengambil bagian pada saat- saat yang paling penting dan pada pengalaman hidup. Agama mengesahkan perkawinan, agama berada dalam kehidupan pada saat- saat yang khusus maupun pada saat- saat yang paling mengerikan. Manusia sepanjang masa senantiasa beragama, karena manusia adalah makhluk yang memiliki fitrah beragama atau bakat beragama.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here