Tidur Siang Dianjurkan dalam Islam, Ini Manfaatnya dalam Tinjauan Medis

1
4861

BincangSyariah.Com – Tidur siang hari memiliki dasar anjuran dalam Islam dan medis. Beberapa hadis mencatat anjuran tidur siang atau kailulah. Kailulah atau tidur siang merupakan kebiasaan Nabi muhammad yang dianjurkan kepada umatnya. Tidur siang memiliki manfaat medis bagi kesehatan.

Di antaranya adalah seseorang yang mengalami kekurangan tidur malam hendaknya ia tidur siang, sebab tidur siang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh yakni meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan kinerja kognitif, dan memberikan relaksasi terhadap tubuh setelah letih bekerja. Selain itu, tidur siang meningkatkan kinerja tugas-tugas memori.

Diriwayatkan dari Anas r.a. beliau berkata bahwa Nabi Muhammad SAW.bersabda:  “Tidur sejenaklah kamu sekalian di siang hari, karena sesungguhnya setan tidak tidur siang sejenak” (HR. Abu Nu’aim).

Selain itu, sahabat Anas bin Malik juga menceritakan menceritakan tentang kebiasaan para sahabat yang sering melakukan tidur siang sesaat. “Kami bersegera datang ke masjid untuk menanti pelaksanaan shalat Jum’at dan kami qailulah (tidur siang) setelah shalat Jum’at.” (HR. Bukhari)

Dokter Agus Rahmadi, M. Biomed menjelaskan dalam Kitab Pedoman Pengobatan Nabi bahwa tidur siang harus tidak boleh melebihi jam 15.00. Sebab hal ini dapat mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang dan mempengaruhi pola tidur mereka pada waktu malam hari. Tidur siang yang singkat setelah makan siang jauh efektif dalam meningkatkan kewaspadaan dan memperbaiki tingkat kinerja. Hal ini juga memberikan memori singkat dan stabilisasi kognitif jika ada defisit tidur pada malam hari.

Serangkaian studi terbaru dilakukan oleh Mednick dkk. mereka mengatakan bahwa manusia memiliki dua jenis memori jangka panjang untuk  meningkatkan kinerja otak; yaitu memori prosedural dan memori deklaratif. Memori prosedural adalah ingatan tentang kebiasaan. Sedangkan memori deklaratif adalah ingatan tentang informasi faktual: nama, wajah, tanggal dan fakta.

Baca Juga :  PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Tangkal Radikalisme

Keduanya ini dapat ditingkatkan melalui tidur siang secara optimal. Dikhususkan kepada usia remaja,  tidur siang itu sangat membantu dalam memperkuat memori deklaratif.  Tidur siang juga lebih menguntungkan bagi kelangsungan hidup pada awal konsolidasi memori prosedural. Daya ingat seseorang meningkat 10 % setelah terus menerus melakukan tidur siang. Dari pada mereka yang terus menerus terjaga.

Menurut dokter Agus, penelitian di Jerman menemukan bahwa ketika sekelompok pilot tidur kurang dari tujuh jam semalam sebelum bertugas, kadar kortisol meningkat secara signifikan dan bertahan selam dua hari. Namun ketika berhasil tidur siang sebentar, kadar kortisol bekurang separuhnya. Kortisol berhubungan dengan stress, hipertensi, dan diabetes melitus sehingga tidur siang sangat baik untuk mencegah penyakit tersebut.

Selain itu, masih menurut laporan dokter Agus, penelitian tentang tidur siang 30  menit selama tiga kali berturut turut dalam seminggu dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular sebanyak 37 persen. Menurut penelitian ini, tidur siang yang sehat sebaiknya dilakukan tidak melebihi jam 15.00 dan tidak lebih dari 45 menit. Jika berlebih justru menyebabkan terbangun dengan kepala berat bahkan pusing.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here