Tidur dalam Keadaan Berwudhu, Apa Faidahnya?

0
403

BincangSyariah.Com – Dalam banyak riwayat, ada banyak disebutkan riwayat tentang keutamaan atau faidah tidur dalam keadaan berwudhu. Disebutkan bahwa diantara manfaat tidur dalam keadaan berwudhu adalah dapat membuat seseorang bangun pagi dan lebih bersemangat. Ini disebutkan dalam hadis riwayat al-Bukhari dari al-Bara’ bin ‘Azib ra.

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ، ثُمَّ قُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ، فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ. قال: فَرَددْتُهَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا بَلَغْتُ: اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، قُلْتُ: وَرَسُولِكَ، قَالَ: لَا، وَنَبِيِّكَ الذِي أَرْسَلْتَ

ketika engkau hendak ke tempat tidurmu, maka berwudhulah selayaknya wudhu orang mau shalat. Kemudian berbaringlah di sisi kanan. Lalu berdoalah,

Allahumma Aslamtu Wajhii Ilaika. Wa Fawwadhtu amrii ilaika. wa alja’tu zhohrii ilaika raghbatan wa rahbatan ilaika. Laa Malja’a wa Laa Manjaa minka illa ilaika. Allahumma Aamantu bi Kitaabika alladzii anzalta. Wa bi nabiyyika alladzii arsaltaa

“Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu. Dan, aku pasrahkan uruskan kepada-Mu. Aku kembalikan diriku dengan penuh harap dan takut hanya kepda-Mu. Tidak ada tempat kembali yang hakiki dan keselamatan dari siksa-Mu kecuali hanya kembali kepada-Mu. Ya Allah aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan. Dan kepada nabi-Mu yang engkau utus.” 

Hadis ini menjadi sebuah targhib (dorongan positif) untuk mengambil wudhu sebelum tidur dan berdoa agar kita menyerahkan segala perkaranya kepada Allah. Dalam kitab Bughyatu al-Mustarsyidin (h. 151), diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril ikut hadir pada kematian seseorang yang dalam keadaan bersuci. Berikut kutipannya,

Baca Juga :  Tiga Objek dalam Filsafat Islam yang Harus Kamu Tahu

ورد أن حبريل عليه السلام يحضر من مات على طهارة من الأمّة، فليحرص المريض ومن حضره الموت على طهارتهt

Ada disebutkan bahwa Jibril ‘alaihissalam hadir bersama orang Islam yang wafat dalam keadaan suci. Maka orang yang sakit atau yang sudah dekat sakaratul mautnya hendaklah memperhatikan untuk bersuci.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here