Tidak Selamanya Ibadah Sunnah itu Baik, Ini Penjelasannya

0
534

BincangSyariah.Com ­– Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha’if al-Ma’arif mengutip beberapa riwayat dimana Nabi Saw. dan sejumlah sahabat, justru mengkritik siapapun yang melakukan ibadah sunnah yang berlebihan sampai tidak bisa melakukan kewajiban. Diantara yang dikritik adalah keinginan segelintir umat muslim yang puasa terus menerus, shalat terus menerus, atau mengatakan ia tidak ingin menikah. Salah satu kisah yang dikutip adalah kisah seseorang dari suku Bahilah yang datang menemui Rasulullah Saw.,

أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم لحاجة مرة، فقال: من أنت؟ قلت: أما تعرفني؟ قال: ومن أنت؟ قلتُ: أنا الباهلي الذي أتيتك عام أوَّلٍ. فقال: إنك أتيتني وجسمك ولونك وهيئتك حسنَةٌ، فما بلغ بك ما أرى؟ قلتُ: والله ما أفطرتُ بعدك إلا ليْلًا. قال: من أمرك أن تعذِّب نفسك؟ من أمرَك أن تعذّب نفسك؟ – ثلاث مرّات – صم شهر الصبر. قلت: إني أجد قوّة، وإنّي أحِبّ أن تزيدني. قال: صم يومًا من الشّهر. قلت: إنّي أجد قوّة وإني أحب أن تزيدني. قال: فيومين من الشهر. قلت: إنّي أجد قوة، وإنّي أحبّ أن تزيدني. قال: فثلاثة أيامٍ من الشهر. قال: وألحّ عند الرّابعة فما كاد. فقلت. إنّي أجد قوّة وإنّي أحبّ أن تزيدني. قال: فمن الحرم وأفطر.

 

Aku mendatangi Rasulullah untuk satu kebutuhan. Beliau berkata: “siapa ya?” Aku berkata: “Engkau tidak mengenal saya?” Beliau bertanya: “siapa ya? Aku berkata: saya al-Bahili yang pernah bertemu engkau di tahun pertama (engkau hijrah ke Madinah). Rasulullah Saw.: “Engkau bertemu aku dulu dalam kondisi tubuh dan warna kulit yang bagus. Apa yang terjadi denganmu?” Aku berkata: “Demi Allah, setelah (bertemu) engkau, saya tidak makan kecuali di waktu malam.” Rasulullah Saw. bersabda: “siapa yang menyuruhmu untuk menyiksa diri sendiri ?!” – sampai tiga kali – puasa saja di bulan sabar (bulan Ramadan). Aku berkata: “saya masih kuat, saya ingin ditambah lagi.” Rasulullah bersabda: “puasa satu hari setiap bulan”. Aku berkata: “saya masih kuat, saya ingin ditambah lagi.” Rasulullah bersabda: “puasa dua hari setiap bulan” Aku berkata: “saya masih kuat, saya ingin ditambah lagi.” Rasulullah bersabda: “puasa tiga hari setiap bulan” Beliau terlihat ingin meneruskan ke yang keempat, tapi tidak jadi. Aku berkata: “saya masih kuat, saya ingin ditambah lagi.” Rasulullah bersabda: “berbukalah (jangan berpuasa) di bulan-bulan haram”

Kisah ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa’I, dan Ibn Majah. Ibn Rajab al-Hanbali menempatkan hadis ini untuk menjelaskan bahwa Nabi Saw. juga melarang kita untuk memaksakan diri dalam beribadah. Ini tergambar dari ungkapan beliau yang diulang sampai tiga kali “siapa yang menyuruhmu untuk menyiksa dirimu sendiri !”

Baca Juga :  Kategori Syahid dalam Kematian Saat Ibadah Haji

Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw. pernah menegur Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, yang menghabiskan siangnya dengan berpuasa, malamnya dengan beribadah dan mengkhatamkan Al-Qur’an, dan tidak pernah menggauli istrinya. Rasulullah lalu berkata,

إن لنفسك عليك حقًّا، وإنّ لأهلكَ عليْكَ حقًّا، فآت كلّ ذي حقٍّ حقَّه

sesungguhnya dirimu memiliki hak yang wajib kau tunaikan, pada keluargamu juga ada hak, maka setiap yang memiliki hak tunaikanlah haknya.  

Konon, Sufyan at-Tsauri pernah berpuasa tiga hari di satu bulan. Lalu, hal itu segera mempengaruhi kondisi fisiknya. Dalam kisah lain, Abdullah bin Mas’ud tidak terlalu banyak berpuasa karena itu membuatnya menjadi malas membaca Al-Qur’an. Ini tidak untuk menunjukkan kalau puasa tidak baik, namun kita harus proporsional dalam mempraktikkan ibadah. Karena yang terpenting bukan hanya soal puasa yang sebenarnya masuk kedalam kategori sunnah, namun karena mengejar sunnah akhirnya menyebabkan diri sendiri kesulitan dan tidak bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya wajib atau lebih afdhol. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here