Tidak Membaca Takbir Zawaid, Apakah Salat Id Tetap Sah?

0
475

BincangSyariah.Com – Ketika salat Idulfitri atau iduladha disyariatkan membaca takbir zawaid atau takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama yang dibaca setelah doa iftitah dan sebelum ta’awuz. Serta pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima kali sebelum membaca ta’awuz.

Disunahkan mengangkat tangan setiap melakukan takbir zawaid, lalu meletakkan tangan kiri di atas tangan kanannya. Seandainya ragu jumlah takbir yang telah dilakukan, ambil bilangan yang paling sedikit. Seandainya di sela-sela takbir zawaid ragu apakah telah niat takbiratul ihram sebelumnya maka jadikan takbir yang terakhir dilakukan sebagai takbiratul ihram lalu mengulang lagi takbir zawaid dari awal. Seandainya meninggalkan takbir zawaid, tidak perlu sujud sahwi. Sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Raudhatul Thalibin wa ‘Umdatul Muttaqin.

يستحب رفع اليدين في التكبيرات الزوائد ، ويضع اليمنى على اليسرى بين كل تكبيرتين . وفي ( العدة ) ما يشعر بخلاف فيه . ولو شك في عدد التكبيرات ، أخذ بالأقل، ولو شك في التكبيرة التي نوى التحريم بها ، جعلها الأخيرة ، وأعاد الزوائد . ولو صلى خلف من يكبر ثلاثا أو ستا ، تابعه ، ولا يزيد عليه على الأظهر . ولو ترك الزوائد ، لم يسجد للسهو

Namun jika meninggalkannya karena lupa dan baru teringat ketika ruku’ atau setelah ruku’, maka hendaknya tetap lanjutkan salat tanpa takbir zawaid. Seandainya dia kembali ke posisi berdiri untuk melakukan takbir zawaid maka salatnya menjadi batal.

Lain halnya jika teringat sebelum ruku’ setelah membaca surat, menurut pendapat jadid tidak perlu takbir zawaid sebab telah lewat waktu membacanya. Sedangkan menurut pendapat qadim, tetap takbir karena masih dalam posisi berdiri. Adapun jika teringat di tengah membaca al-Fatihah, setelah bacaan Fatihah bertakbir kemudian melanjutkan bacaannya suratnya.

Baca Juga :  Lupa Melakukan Takbir Zawaid saat Salat Id, Haruskah Sujud Sahwi?

Dalam kitab al-Adzkar Imam Nawawi menjelaskan, menurut mazhab Syafi’i membaca takbir saat salat Id hukumnya sunah, dan secara syariat tidak diberatkan untuk melakukannya. Sehingga jika seseorang secara sengaja meninggalkan semua bacaan takbir tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua tersebut, maka sebenarnya salat Id yang dikerjakan tetap sah dan tidak perlu melakukan sujud sahwi di akhir salat. Akan tetapi tentu saja orang tersebut telah kehilangan keutamaan untuk mendapatkan pahala yang sempurna saat salat Id.

Pahala membaca takbir sudah diperoleh minimal dengan membaca takbir berikut ini

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر

Artinya: Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada tuhan selain Allah, Maha besar Allah.

Atau dengan takbir yang lebih panjang seperti berikut

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد بيده الخير، وهو على كل شيئ قدير

Artinya: Tidak ada tuhan selain Allah semata, tak ada sekutu bagi-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Imam Nawawi dalam kitab al-Azkar menukil pendapat Abu Nashr bin al-Shaba’mengatakan saat takbir zawaid juga boleh mengucapkan takbir yang umum atau yang lebih dikenal oleh masyarkat. Seperti lafal takbir berikut;

الله اكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان اله بكرة وأصيلا

Artinya; Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.