Tidak Ada Kata Terlambat untuk Bertobat

0
1105

BincangSyariah.Com – Manusia adalah tempat salah dan lupa. Kalimat bijak dari slogan Arab Al-Insan mahallul khatha’ wan nisyan tersebut mengingatkan kita bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Nabi Muhammad saw. pun pernah lupa, namun Allah Swt. langsung menegurnya dan kealpaan beliau tersebut menjadi bagian dari hukum syariat Islam. Lalu, bagaimana dengan manusia biasa yang sering berbuat salah di atas batas kewajaran. Apakah Allah Swt. tetap menerima tobatnya?

Allah Swt. tidaklah seperti makhluknya, yang disakiti sedikit sudah menaruh dendam, bahkan ada yang dendamnya dibawa mati. Allah Swt. adalah Al-Ghaffar, yang Maha Pengampun. Allah Swt. juga At-Tawwab, Maha Penerima Tobat. Allah Swt. pun Al-Afuww, Maha Pemaaf.

Oleh karena itu, sebanyak apapun dosamu, cepat-cepatlah bertobat. Kapanpun itu Allah Swt. akan menerimanya. Terkait dengan hal ini, Abu Musa Al-Asy’ari telah meriwayatkan sebuah hadis dari Nabi saw. beliau bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا. رواه مسلم.

Sungguh Allah yang Maha Mulia dan Luhur akan membentangkan tanganNya di malam hari agar orang yang berbuat kejelekan di siang hari bertobat. Dia pun membentangkan tanganNya di siang hari agar orang yang berbuat kejelekan bertobat hingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya. (H.R. Muslim).

Imam Nawawi di dalam kitab syarah Shahih Muslimnya menjelaskan bahwa maksud membentangkan tangan adalah kiasan atas penerimaan tobat. Hal ini juga disampaikan oleh Imam Al-Maziri. Imam Nawawi lebih lanjut menjelaskan alasan mengapa Nabi saw. memilih kata bastul yad atau membentangkan tangan dengan maksud menerima tobat.

Hal ini dikarenakan tradisi orang Arab ketika sudah rida kepada sesuatu, maka ia akan membentangkan tangannya sebagai tanda bahwa ia mau menerima sesuatu itu. Begitu sebaliknya, ketika ia tidak suka dengan sesuatu itu, maka ia menggenggam tangannya sebagai tanda bahwa ia tidak mau menerimanya.

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Indahnya Hadir di Bulan Sya'ban

Selain itu, Imam Nawawi memberikan penjelasan bahwa hadis ini menunjukkan betapa Allah Swt. siap menerima tobat hambaNya kapan pun itu. Allah Swt. tidak membatasi waktu dalam penerimaan tobat, bahkan waktu itu tanpa batas selama hambaNya mau segera bertobat kepadaNya. Pagi, siang, sore, malam dan kapanpun itu. Allah Swt. juga siap menerima tobat siapapun. Meskipun dosa yang dilakukannya berulang-ulang dan banyak sekali.

Dengan demikian, tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Jangan menunggu besok atau lusa. Tapi segeralah bertobat atas semua dosa-dosa yang pernah dilakukan. Allah Swt. akan selalu siap menerima tobat kita. Insya Allah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here