TGB Zainul Majdi Kritik Penggunaan Takbir Tidak pada Tempatnya

0
198

BincangSyariah.Com – Pekikan takbir akan kehilangan maknanya kala ia diteriakkan bukan untuk mengagungkan Tuhan,  apalagi jika digunakan sebagai hiasan nafsu berpolitik atau golongan. Kondisi ini membuat Tuanku Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi perihatin. TGB sangat menyayangkan melihat sekelompok umat Islam menggunakan takbir tidak pada tempatnya.

TGB menerangkan bahwa takbir adalah ungkapan untuk mengagungkan Allah. Secara bahasa takbir bentuk masdar dari kabbara yang berarti mengagungkan. Maka melafalkan takbir atau kalimat Allahu Akbar, pada hakikatnya hanya diperuntukkan guna menganggungkan Allah Swt tidak maksud lainnya.

Penggunaan takbir pun harus ada adabnya, yaitu dengan khusyuk, tenang dan suara yang baik. Tidak dibenarkan meneriakkan takbir untuk menghujat orang lain, menyebar fitnah dan bohong, apalagi untuk menebar kebencian dan kerusuhan.

“Sekarang, kita sering mendengar takbir tidak pada tempatnya. Saat perhelatan politik, takbir. Memuji diri sendiri, takbir. Menghujat orang lain, takbir. Menyebar fitnah dan berita bohong, takbir. Menebar kebencian dan kerusuhan, takbir,” ungkap TGB di laman Facebook-nya pada senin (15/07/19).

Menurut TGB, takbir yang demikian hanyalah untuk mengagungkan hawa nafsu, diri sendiri atau kelompok. Takbir yang demikian telah kehilangan esensinya sebagai zikir yang seharusnya bisa membuat diri seorang hamba terenyuh dan merasa kecil di hadapan-Nya.

TGB menekankan bahwa menggunakan takbir sebagaimana mestinya termasuk bagian dari ajaran agama. Sebab takbir bukan mainan, sehingga mengucapkan takbir tidak bisa sembarangan.

“Dulu, para guru kami mengajarkan bahwa setiap ucapan ada tempatnya. Terkhusus ucapan yang diajarkan agama. Mari muliakan ucapan itu dengan menempatkannya pada tempatnya,” ujar TGB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here