Warga Muslim di Jerman Turut Mengikuti Aksi Menentang Rasisme Kematian George Floyd

1
1444

BincangSyariah.Com – Sepekan ini, dunia terkuak kabar bahwa kasus rasisme marak kembali, karena adanya tragedi kematian George Floyed, seorang pria berkulit hitam asal Minneapolis, Minnesota telah menjadi sorotan warga AS untuk berunjuk rasa. Diduga George tewas  akibat dari kekerasan diskriminasi yang dilakukan oleh aparat polisi. Berita awal dari  permasalahannya hingga George menghembuskan nafas terakhir bisa dilihat di tirto.id.

Ujuk rasa kematian George tidak hanya dilakukan di AS, akan tetapi juga dilakukan di Jerman. Masyarakat Muslimah ikut turun aksi menentang rasisme yang menyusul kematian George Floyd, potretnya bisa dilansir di Detik. Yunia Damayanti dalam tulisannya berjudul The Alan Kurdi Effect; Peran Media Sosial dengan Solidaritas Kemanusiaan di Jerman, menjelaskan aktivitas solidaritas kemanusiaan di Jerman memang mengalami peningkatan yang signifikan. Itu dikarenakan mereka membentuk budaya welcome society yang mana bertujuan untuk mengatasi sikap rasisme dan Islamphobia.

Meskipun warga muslim di eropa adalah minoritas, tetapi perannya dalam menolak kasus rasisme yang telah terjadi pada George menjadi inspirasi sesama muslim lainnya. Karena sesungguhnya Islam mengajarkan untuk ramah pada sesama manusia, meskipun itu beda keyakinan, karena yang patut dibela adalah perlakuan yang tidak adil.

Manusia yang terlahir dengan ciri fisik kulit hitam, hidung pesek, dan rambut kriting bukan sama sekali sebuah tanda kekurangan. Karena sesungguhnya manusia mana pun tidak pernah punya pilihan ketika dilahirkan. Bahkan lahir dengan kondisi cacat secara fisik, semua itu semata takdir Tuhan. Keragaman dan perbedaan kulit itu harus dipahami sebagai kemajemukan ras, bukan dipahami sebagai hantu ideologi sosial yang meresahkan.

Merujuk pada pesan terakhir Nabi Muhammad menjelang beliau wafat, beliau mewanti-wanti kemungkinan nafsu yang jauh dari ridha Allah. Maka hendaknya tetap berpegang teguh perintah-Nya. Rasul juga mengingatkan agar umatnya takut kepada Allah dalam memegang agama dan amanat. Sehingga, tidak berbuat sewenang-wenang pada hamba sahaya dan manusia yang lain yang mempunya ciri fisik yang berbeda. Sebagaimana Allah berfirman pada surat Ar-Rum ayat 22,

Baca Juga :  Rasulullah Tegur Sahabatnya yang Bersikap Rasis

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya adalah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lain bahasamu dan warna kulitmu, seungguhnya yang dmikian itu benar-benar terdapat tanda – tanda bagi orang-orang yang mengetahui (Ar-Rum: 22).

Selain bahasa, ternyata Allah juga menciptakan umatnya dengan bentuk dan warna fisik yang berbeda-beda. ini adalah salah satu bentuk kebesaran Allah SWT. Dari sini manusia sebenarnya harus insyaf, kalau perbuatan rasis itu bukan sikap terbaik dalam berperilaku.

Di satu hadis, Rasulullah menegaskan bahwa umatnya harus mematuhi pemimpin dan jangan sampai membangkang selama ia tidak melanggar agama, meski pemimpin tersebut seorang hamba sahaya berkulit hitam. Nabi Saw. ketika berinteraksi dengan Bilal bin Rabah, budak berkulit hitam yang dimerdekakan oleh Abu Bakar As-Shiddiq yang bersuara indah hingga menjadi seorang muadzin. Nabi begitu akrab dan sangat menghargai Bilal bin Rabbah serta sama sekali tidak ada perlakuan yang beda dengan sahabat yang lainnya.

Kisah  lain juga ada pada hadis riwayat Ibnu Majah pada kitab Sunan Ibnu Majah, Nabi sangat menghargai wanita yang berkulit hitam, berikut hadisnya:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ قَالَ: أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ، فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَ عَنْهَا بَعْدَ أَيَّامٍ، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّهَا مَاتَتْ، قَالَ: «فَهَلَّا آذَنْتُمُونِي، فَأَتَى قَبْرَهَا، فَصَلَّى عَلَيْهَا

Diceritakan kepada kami Ahmad ibn Abdah berkata: mengabarkan kepada kami Hamad ibn Zaid berkata: diceritakan kepada kami Tsabit,dari Abi Rofi’, dari Abi Hurairah. Sesunggunya ada seorang wanita berulit hitam yang biasa membersihkan masjid. Suatu hari. Nabi Muhammad SAW mencarinya dan menanyakan kabar karena tidak terlihat, selang beberapa hari. Ketika disampaikan ia telah meninggal dunia. Nabi Saw seketika kaget, “mengapa kamu tidak memberitahuku?” kemudian Nabi SAW mendatangi kuburannya dan shalat diatasnya. (HR. Ibnu Majah).

Perbedaan merupakan bentuk keagungan dan kebesaran Allah, maka sesama manusia harus menghargai perbedaan tersebut. Karena kelak di akhirat yang menentukan masuk surga-Nya adalah amalan bukan kategori bentuk fisik. atau lainnya. Dan selama saudara kita mengalami tindakan diskriminasi atau rasisme maka perlu dibela, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai tindakan rasisme. Wallahu a’lam.

1 KOMENTAR

  1. Kasihan George Floyd. Kelompok Islam di +62 kali ini gak ada yg peduli. Yang sudah² biasanya sih suka langsung demo….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here