Terpaksa Shalat dengan Pakaian yang Terciprat Air Hujan, Bagaimana Hukumnya?

0
2246

BincangSyariah.Com – Shalat merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan pertama yang akan dipertanyakan di akhirat kelak. Agar shalat diterima salah satu syarat yang harus dilakukan adalah memastikan kesucian pakaian yang akan dikenakan ketika shalat. Hal tersebut berdasarkan firman Allah Swt. dalam Surah Almudatstsir ayat 4 berikut

 وثيابك فطهر

Artinya; Dan pakaianmu sucikanlah

Menukil pendapat Muhammad bin Sirin, Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menerangkan maksud sucikan baju di sini adalah sucikanlah bajumu dengan air, juga memiliki arti kiasan yang berarti sucikan niat dan hatimu. Intinya berdasarkan ayat di atas ulama bersepakat bahwa pakaian yang dipakai untuk shalat harus suci.

Namun dalam perjalanan terkadang bisa saja terjadi hal tidak terduga yang menghilangkan kesucian baju yang kita kenakan. Sedangkan kita dalam keadaan tidak bisa menemukan pakaian suci lainnya sebagai ganti untuk dipakai saat itu, dan jika menunggu sampai rumah untuk ganti baju sepertinya waktu shalat akan terlewat. Dalam keadaan seperti ini apa yang sebaiknya kita lakukan?

Imam Nawawi dalam Almajmu’ Syarah al-Muhadzdzab mengatakan hendaknya tidak menunda shalatnya, karena najis bukanlah keadaan di mana seseorang diperbolehkan menunda shalat. Dia tetap harus melaksanakan shalat pada waktu itu dan kemudian dia wajib mengulang kembali shalatnya.

Begitu juga menurut Ibnu Qudamah dalam Almughni menukil pendapat Imam Ahmad, jika memang tidak ada pakaian kecuali hanya baju yang najis itu, maka dia hendaknya shalat dengan pakaian itu dan kemudian mengulang shalat tersebut ketika sudah ada pakaian suci atau pakaian tersebut telah disucikan.

Wallahu’alam.

Baca Juga :  Hukum Shalat di Atas Kursi Roda yang Terkena Najis, Apakah Sah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here