Terkait Virus Corona Akibat Kelelawar, Ini Pendapat Syekh Nawawi Banten Soal Konsumsi Makanan Haram

1
3387

BincangSyariah.Com – Belakangan ini, hewan bernama kelelawar mendadak terkenal. Itu setelah para ahli menyimpulkan bahwa virus corona yang sedang heboh di China itu berasal dari kelelawar. Pantas jika para ulama Syafiiyah mengharamkan daging kelelawar. Tidak boleh dimakan, karena membahayakan. (Baca: Dalil Keharaman Memakan Kelelawar Menurut Mazhab Syafii)

Setiap larangan dalam Islam, pasti di dalamnya ada dampak buruk (mafsadat, bahaya) yang akan diakibatkan. Pengharaman memakan suatu jenis daging hewan tertentu, mungkin karena ia akan mewariskan penyakit fisik tertentu, atau dapat juga karakter buruk bagi diri konsumennya. (Baca: Bahaya Mengkonsumsi Makanan Haram Menurut Imam Ghazali)

Saat menjelaskan alasan pengharaman daging babi sebagaimana surah al-Maidah ayat 3, Syekh Nawawi al Bantani (w 1897 M) mengatakan, makanan yang dikonsumsi seseorang akan masuk ke dalam tubuh dan menjadi energi. Jika makanan itu halal dan baik, maka energi yang dihasilkannya pun baik dan positif. Sebaliknya, jika makanan itu berasal dari jenis yang terlarang alias haram, maka energinya pun negatif.

Kata Syekh Nawawi dalam Tafsir Marah Labid menjelaskan demikian:

فيحرم أكله على الانسان لئلا يتكيف بتلك الكيفية

“Karena itu, ia haram dimakan supaya kita tidak mewarisi karakter binatang (buas) tersebut”.  Wallahu A’lam

Baca Juga :  Suka Cita Lebaran dan Ujian di Tengah Pandemi Corona

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here