Terkait Ceramah Menantu Habib Rizieq Soal Pemenggalan, Ini Respon Ustadz Ahong

1
51

BincangSyariah.Com – Di media sosial viral potongan ceramah menantu Habib Rizieq, Habib Hanif, yang merasa bangga terhadap pelaku pemenggalan kepala terhadap penista Nabi Muhammad di Prancis. Padahal menurut Pak As’ad Said Ali, Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (2000-2011), pelaku pemenggalan itu anak eks kombatan Afganistan.

Habib Hanif ini merujuk pada kisah Malik bin Nuwairah yang dipenggal kepalanya atas perintah Khalid bin al-Walid. Pelakunya bernama Dhirar bin al-Auz. Akan tetapi tindakan ini ditentang oleh sahabat Umar.

Menurut Ustadz Ahong, ada perbedaan pendapat ulama mengenai mengapa Malik bin Nuwairah dieksekusi mati. Ada yang berpendapat, Malik bin Nuwairah ini melakukan pembangkangan terhadap pemerintah. Ia menolak membayar zakat sebagai pemasukan negara.

“Ada lagi yang berpendapat, Malik bin Nuwairah ini dieksekusi karena keluar dari agama Islam. Akan tetapi, pendapat ini tentu bersebrangan dengan hak kebebasan beragama yang tertulis dalam QS. Al-Baqarah 256,” tutur Ustadz Ahong

Menurut Ustadz Ahong, satu teks agama itu, walaupun memang tertulis kisahnya dalam buku sejarah, itu tidak bisa ditelan bulat-bulat. Banyak penafsiran. Marilah kita pilih penafsiran yang sesuai dengan negara di mana kita tinggal.

“Jika ada pelaku penistaan agama, di Indonesia tidak ada hukum penggal-penggal kepala. Hal yang elegan yang harus dilakukan umat Islam terkait penistaan agama terhadap Kanjeng Nabi Muhammad itu meniru Grand Syaikh al-Azhar,” ujar Ustadz Ahong.

Kebebasan berpendapat, menurut Ustadz Ahong, itu jangan sampai melukai hati pemeluk agama lain. Dan, terkait kasus pelaku pemenggalan kepala di Prancis itu harus dikecam. Grand Syaikh al-Azhar pun melaporkan kasus penistaan terhadap Nabi di Prancis itu ke Mahkamah Internasional.

Baca Juga :  Jokowi dan Prabowo bisa Menjadi Sufi, Jika?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here