Terkait Artis Terjerat Narkoba, Ini Kata Ustaz Ahong

0
177

BincangSyariah.Com – Baru-baru ini jagat dunia hiburan dihebohkan kembali dengan kasus narkoba. Jebolan grup lawak Srimulat Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Jumat (19/7/2019) siang atas kepemilikan narkoba.

Belum selesai kasus Nunung, artis pendatang baru Jefri Nicol juga ditangkap karena memiliki ganja 6,01 gram di apartemennya di daerah Kemang, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019). Kini keduanya telah ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan narkotika.

Kedua kasus itu menambah panjang deretan artis yang terlibat narkoba. Padahal, seorang public figure, sudah sepantasnya memberikan contoh yang baik untuk para penggemar.

Terlepas dari kata ‘manusia tempatnya berbuat salah’, bukan berarti manusia harus terus berbuat kesalahan.

Ustaz Ibnu Kharis mengatakan, dilihat dari kacamata Islam, Allah SWT jelas melarang sesuatu yang bersifat memabukkan. Pada Zaman nabi juga disebutkan bahwa ‘khamr’ sudah ada, yakni dalam bentuk fermentasi kurma dan anggur. Jelas permasalahan ini sudah dibahas pada masa lampau. Seperti yang tertera dalam QS. Al-Maidah: 90.

“Sebenarnya untuk penggunaan kata narkoba tidak ada dalam Islam, hanya dalam Islam memiliki qiyas (menyamakan arti), seperti larangan khamr, sesuatu yang memabukkan, dan ini sudah ada sejak zaman Rasulullah. Bukan hanya alkohol tapi juga barang-barang yang menimbulkan mabuk bagi si pengguna,” jelas ustaz yang arab disapa Ustaz Ahong ini.

Ustaz Ahong menyebutkan, hukum penggunaan narkoba adalah haram. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa Ummu Salamah mengatakan, “Rasulullah SAW melarang segala sesuatu yang memabukkan dan melemahkan (menjadikan lemah).”

“Jelas haram, apalagi digunakan sebagai dopping untuk menambah stamina, nah ini yang harus diperhatikan oleh anak-anak muda sekarang jangan sampai terjerumus,” ucapnya.

Baca Juga :  Mengapa Kelompok Radikal Tak Mengikuti Dakwah Nabi yang Lembut?

Ustaz Ahong juga mengatakan, peran orang tua sangat penting untuk mendidik serta mengawasi anak. Sangat disayangkan apabila generasi muda terjerumus dengan narkoba.

“Narkoba itu sekali pakai akan terus-terusan ketagihan. Awalnya nawarin dengan gratis, lama-lama karena ketagihan jadi butuh apapun juga dilakukan, makanya peran orang tua itu sangat penting untuk mendidik dan mengawasi anak,” paparnya.

Tak hanya itu, katanya, sebagai pemuda yang nantinya menjadi penerus bangsa ini, diharapkan orang tua bisa mendidik anak yang bisa berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

“Pemuda-pemuda milenial saat ini, sebagai penerus bangsa diharapkan bisa memliki ruang lingkup bergaul yang baik, dengan hal-hal yang positif, serta berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” ujarnya.

Wawancara ini sebelumnya telah diterbitkan di Muslimummah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here