Tenaga Medis Mentayamumi Jenazah Lawan Jenis, Apakah Boleh?

0
1296

BincangSyariah.Com – Orang yang meninggal karena virus Covid-19, terkadang jenazahnya diurus oleh tenaga medis yang beda jenis, termasuk ketika ditayamumi. Sebenarnya, bagaimana hukum tenaga medis mentayamumi jenazah lawan jenis, apakah boleh? (Baca: Bolehkah Shalat Tanpa Wudhu dan Tayamum bagi Tenaga Medis Covid-19?)

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa ketika jenazah tidak boleh dimandikan, baik karena antara orang yang memandikan dan jenazah berbeda jenis atau sebab lainnya, maka jenazah tersebut harus ditayamumi. Ketika jenazah tersebut ditayamumi, maka boleh dilakukan oleh orang yang berbeda jenis dengan jenazah.

Oleh karena itu, ketika tenaga medis laki-laki mentayamumi jenazah perempuan yang terkena virus Covid-19, maka hukumnya boleh dan sah. Begitu juga sebaliknya, boleh dan sah bagi tenaga medis perempuan mentayamumi jenazah laki-laki. Hal ini karena tayamum boleh dilakukan oleh orang yang berbeda jenis dengan jenazah karena orang yang mentayamumi tidak dikhawatirkan melihat dan memegang aurat jenazah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain berikut;

فاذا لم يوجد الا اجنبي فى الميت المراة او اجنبية فى الميت الرجل ييمم

Ketika tidak ditemukan kecuali ajnabi (laki-laki lain yang tidak halal dan tidak mahram) dalam mayit perempuan, juga tidak ditemukan kecuali ajnabiyah (perempuan lain yang tidak halal dan tidak mahram), maka mayit laki-laki atau perempuan tersebut harus ditayamumi.

Dalam kitab Al-Muhadzdzab, Imam Al-Syairazi juga mengatakan sebagai berikut;

إذا مات رجل وليس هناك الا امرأة اجنبية أو امرأة وليس هناك الا رجل اجنبي ففيه ثلاثة اوجه اصحها عند الجمهور ييمم ولا يغسل

Jika ada laki-laki meninggal dan tidak ditemukan kecuali perempuan ajnabiyah (perempuan lain yang tidak halal dan tidak mahram), atau ada perempuan meninggal dan tidak ditemukan kecuali laki-laki ajnabi, maka ada tiga pendapat ulama dalam masalah ini. Yang paling shahih adalah jenazah tersebut ditayamumi, tidak boleh dimandikan.

Baca Juga :  Hukum Mandi Setelah Mentayamumi Jenazah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here