Telaah Hadis Tentang Pemimpin yang Menyusahkan Rakyatnya

1
732

BincangSyariah.Com – Ada sebuah hadis tentang pemimpin yang menyusahkan rakyatnya, Nabi Saw. doakan agar ia juga diberikan kesusahan. Sebaliknya, jika pemimpin tersebut bersikap lemah lembut, memperhatikan masyarakat, Nabi Saw. doakan juga agar Allah bersikap lemah lembut kepadanya. Hadis tersebut diriwayatkan diantaranya dalam Shahih Muslim dari ‘Aisyah Ra.

أللهم من ولي من أمر أمتي شيئًا فشق عليهم فاشقق علبه ومن ولي من أمر أمتي شيئا فرفق بهم فارفق بهم

Ya Allah, siapa yang mengurusi satu perkara umatku, lalu ia menyulitkan umat, maka persulitlah ia. Dan siapa yang mengurusi perkara umatku, lalu ia memudahkannya, maka permudahlah ia. (H.R. Muslim).

Menurut As-Shan’ani dalam Subul as-Salam, al-Masyaqqah yang bermakna kesulitan atau marabahaya ini, tidak hanya mencakup kesulitan dunia tapi juga kesulitan di akhirat. Doa Nabi saw. di dalam hadis ini, menurut beliau adalah dalil adanya balasan yang setimpal atas perbuatan yang setiap manusia lakukan (al-Jaza’ min Jins al-‘Amal). Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang menjadi dalil bahwa perbuatan seorang hamba itu dibalas dengan balasan setimpal, misalnya,

وجزاء سيّئة سيّئَةُ مثلها – الشورى: ٤٠

Dan balasan keburukan itu, keburukan yang setara (As-Syura: 40)

هل جزاء الإحسان إلا الإحسان – الرحمن: ٦٠

Apakah balasan dari kebaikan itu melainkan kebaikan (juga)? (Ar-Rahman: 60)

Siapa yang dimaksud pemimpin dalam hadis tersebut? Jawabannya, hadis tersebut juga ditunjukkan kepada semua manusia, karena setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Namun, hadis diatas juga menjadi pengingat bagi pemimpin yang mengurusi hajat hidup orang banyak, maka ia harus mengutamakan kemaslahatan masyarakat yang luas. Jangan sampai zalim kepada masyarakatnya sendiri, sehingga terkena sindiran berupa doa Nabi Saw. tersebut. As-Shan’ani dalam Subul as-Salam menyebut pemimpin harus mengutamakan yang mudah dibandingkan menuntut hak atau tanggung jawab yang begitu berat pada rakyatnya. Juga, pemimpin harus melakukan apa yang membuat Allah mencintainya, sebagai orang yang memegang amanat.

Baca Juga :  Benarkah Rasulullah Memerangi Non-Muslim Hingga Masuk Islam?

Terakhir, Nabi Saw. dalam hadis yang lain pernah mengingatkan bahwa pemimpin yang zalim kepada rakyatnya, Allah menyatakan ia terlarang untuk mendapatkan surga. Hadisnya diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih mereka, dari Ma’qal bin Yasar radhiyallahu ‘anhu,

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “ما من عبد يسترعيه الله رعيّة يموت يوم يموت وهو غاشّ لرعيّته إلا حرّم الله عليه الجنة

Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “setiap hamba yang Allah (takdirkan) melayani masyarakatnya, (lalu) mati di suatu hari, dan ia zalim (selama memimpin) kepada rakyatnya maka Allah haramkan baginya surga.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Walhasil, semoga kita selamat dari berbuat zalim kepada orang lain, baik yang kita sadari maupun tidak. Amiin.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here