Telaah Hadis Tentang Kedua Tangan Allah Semuanya Kanan

6
2677

BincangSyariah.Com – Dalam menghadapi pandemi ini tak perlu putus asa. Tenang saja sebab kedua tangan Allah kanan semua. Rasulullah bersabda:

وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ

“kedua tangan Allah kanan”. (HR. Muslim)

Apa makna “kedua tangan” Allah kanan semua? Tentu saja bukan seperti bayangan para ahli bid’ah mujassimah yang mengira artinya Allah punya dua organ tangan di sebelah kanan semua. Maha Suci Allah dari bayangan bathil mereka. Maksudnya adalah seperti dinyatakan oleh Imam Ibnu Qutaibah (276 H) berikut ini:

وَإِنَّمَا أَرَادَ بِذَلِكَ مَعْنَى التَّمَامِ وَالْكَمَالِ، لِأَنَّ كُلَّ شَيْءٍ؛ فَمَيَاسِرُهُ تَنْقُصُ عَنْ مَيَامِنِهِ فِي الْقُوَّةِ وَالْبَطْشِ وَالتَّمَامِ. وَكَانَتِ الْعَرَبُ تُحِبُّ التَّيَامُنَ، وَتَكْرَهُ التَّيَاسُرِ، لِمَا فِي الْيَمِينِ مِنَ التَّمَامِ، وَفِي الْيَسَارِ مِنَ النَّقْصِ، وَلِذَلِكَ قَالُوا: “الْيُمْنُ وَالشُّؤْمُ”.

“Sesungguhnya yang dikehendaki dari itu adalah makna keparipurnaan dan kesempurnaan sebab segala sesuatu itu kirinya lebih kurang dari kanannya dalam segi kekuatan, genggaman dan kesempurnaan. Orang Arab suka menggunakan kanan dan tidak suka menggunakan kiri sebab di kanan ada kesempurnaan sedangkan di kiri ada kekurangan. Karena itulah, mereka berkata “kanan (keberuntungan) dan kesialan”

Imam Ibnu Qutaibah juga memberi tafsir alternatif selain di atas. Ia mengatakan:

وَيَجُوزُ أَنْ يُرِيدَ: الْعَطَاءَ بِالْيَدَيْنِ جَمِيعًا، لِأَنَّ الْيُمْنَى هِيَ الْمُعْطِيَةُ. فَإِذَا كَانَتِ الْيَدَانِ يَمِينَيْنِ، كَانَ الْعَطَاءُ بِهِمَا

“Boleh saja dimaksudkan bahwa pemberian dilakukan dengan kedua “tangan” secara bersamaan sebab yang kanan adalah yang memberikan. Maka tatkala kedua “tangan” adalah kanan, maka pemberian dilakukan dengan keduanya”. (Ibnu Qutaibah, Ta’wil Mukhtalaf al-Hadits, 304)

Itu artinya Allah sangat peduli pada hambanya dan pemberiannya melimpah. Ia tidak memberi setengah-setengah atau biasa-biasa saja tetapi Allah Maha Pemurah. Sebab itu tak perlu kita putus asa dari rahmat Allah meskipun keadaan sedang sulit.

Baca Juga :  Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah?

6 KOMENTAR

  1. kalau tidak mengerti kiasan dalam bahasa dan kultur arab lebih baik Anda belajar lagi. Banyak kiasan fisik dalam Quran pun sebenarnya memberitahukan sifat. Memahami Injil saja tidak becus, gimana mau memahami Quran dan hadis? Boa, monoteis kok trinitarian, abad berapa setelah Yesus, Roh Kudus dinobatkan jadi bagian dari Tuhan? Pelajari sejarah Anda, dari sumber Anda sendiri lebih dalam. Bukan nyinyir ga jelas.

  2. Kalo Injil sudah jelas pengertiannya dan arti pendekatan diterjemahkan kebahasa masing masing, dan sejarah, serta geografis tidak ada yang ditutup tutupi, bukan seperti alquran ada hadist dan buku tafsir ulama ulama yang mengaku ahli, padahal dia penyesat. Sebaiknya kamu teliti quranmu dan hadist hadist karangan bukhori dan muridnya simuslim, bagaima dia mengumpulkan hadist itu, dan sejarahnya. Jadilah sebagai islam yang kritis demi mengungkap suatu kebenaran, jangan takut dipenggal kepalamu oleh islam si agama aulloh.

  3. Apa anda yakin yg di terjemahkan itu benar .ajaran yesus yg di asli. apa yesus nyanyi di greja . Apa yesus seorang trinitas .apa yesus makan babi .minum alkohol @ top anonymouse.

  4. Apa anda yakin yg di terjemahkan itu benar .ajaran yesus yg di asli. apa yesus nyanyi di greja . Apa yesus seorang trinitas .apa yesus makan babi .minum alkohol @ top anonymouse.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here