Telaah Hadis: Senyuman Kepada Saudaramu adalah Sedekah

0
2262

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. pernah menyebutkan sebuah hadis bahwa senyuman kepada saudaramu adalah sedekah. Kira-kira apa maksud dari hadis tersebut? Dan, mengapa tersenyum bisa dikategorikan sedekah? Apakah sedekah yang dimaksud seperti yang dikenal dalam bahasa keseharian kita, yaitu memberikan sejumlah harta untuk tujuan-tujuan membantu sesama atau sosial ?

Hadis yang menyebutkan bahwa senyuman kepada saudaramu adalah sedekah adalah hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi,

تبسُّمك في وجه أخيك لك صدقة، وأمرك بالمعروف ونهيك عن المنكر صدقة، وإرشادك الرَّجل في أرض الضَّلال لك صدقة، وبصرك للرَّجل الرَّديء البصر لك صدقة، وإماطتك الحجر والشَّوكة والعظم عن الطريق لك صدقة، وإفراغك من دلوك في دلو أخيك لك صدقة

senyum terhadap saudaramu adalah sedekah. Engkau memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Engkau menunjukkan kepada seseorang jalan di wilayah yang dia tidak ketahui adalah sedekah. Engkau membantu memberikan petunjuk kepada orang yang penglihatannya buruk adalah sedekah. Engkau memindahkan batu, duri, atau tulang dari jalanan itu sedekah. Engkau memenuhi air di tempayan saudaramu dengan air dari tempayanmu itu sedekah.  

Hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi ini juga disebutkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dan Ibn Hibban dalam kitab Shahih-nya. Mengapa aktivitas-aktivitas yang disebutkan dalam hadis tersebut dikategorikan sebagai sedekah, karena kedudukannya seperti kita melakukan sedekah, akan mendapatkan ganjaran disisi Allah Swt. Demikian disebutkan diantaranya oleh al-Mubarakfuri dalam Tuhfatu al-Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi.

Tidak hanya tersenyum, hadis diatas juga menyebutkan aneka ragam kebaikan yang sebenarnya adalah jalan yang mudah untuk mendapatkan pahala kepada Allah. Karena secara kebahasaan, sebenarnya apa saja yang dilakukan dengan motivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka ia bisa dikategorikan sebagai sedekah (shodaqoh). Kata shadaqa, pada awalnya adalah sesuatu yang sempurna. Dan yang paling sempurna dalam kehidupan adalah mengkaitkan segala sesuatunya kepada Yang Maha Sempurna.

Baca Juga :  Makna Kata "Setan"

Sehingga, sedekah tidak hanya tersenyum, apalagi mengeluarkan sejumlah harta. Ia bisa berupa mengajak kepada kebaikan, menunjukkan jalan kepada orang lain, sampai amalan-amalan sosial yang sederhana seperti memindahkan batu atau duri dari jalan.

Beberapa Ungkapan Ulama Soal Sedekah

Tersenyum dan beberapa jenis perilaku selanjutnya seperti wajah yang berseri-seri hingga tertawa, juga diapresiasi oleh para ulama. Para ulama selalu mengapresiasi kebaikan apapun, selama ia tidak menyebabkan kita lupa dari Allah Swt. Misalnya, Mu’adz bin Jabal ra. pernah mengatakan,

إنَّ المسلمَيْنِ إذا التقيا، فضحك كلُّ واحد منهما في وجه صاحبه، ثم أخذ بيده، تَحَاتَّتْ ذنوبهما كتحات ورق الشجر

Sesungguhnya saat dua orang muslim saling bertemu, lalu keduanya saling bertawa ketika bertemu, dan mereka bersalaman, gugurlah dosa-dosanya layaknya gugurnya daun.

Dalam suatu riwayat, seperti disebutkan dalam Ihya ‘Ulumuddin diantara hamba-hamba Allah ada yang tertawa keras karena luasnya rahmat Allah namun ia diam-diam menangis (tanpa terlihat siapapun) karena takut terhadap azab Allah,

في الخبر إن من خيار أمتي قوماً يضحكون جهراً من سعة رحمة الله عز وجل ويبكون سراً من خوف عذاب الله أبدانهم في الأرض وقلوبهم في السماء أرواحهم في الدنيا وعقولهم في الآخرة

Di dalam riwayat, sesungguhnya diantara hamba-hamba terpilih dari umatku, ada yang tertawa keras karena luasnya rahmat Allah, menangis diam-diam karena takut azab Allah. Fisiknya di bumi tapi hatinya di langit. Ruh mereka di dunia tapi fikiran mereka di akhirat.

Jadi, tersenyumlah. Karena tersenyum adalah diantara perilaku orang-orang shalih hingga para waliyullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here