Telaah Hadis Kiamat Terjadi pada Malam Jumat Pertengahan Ramadan

0
1175

BincangSyariah.Com – Kiamat digambarkan sebagai hari yang menakutkan siapa pun dan dari pemeluk agama mana pun yang mempercayainya. Beberapa tanda kiamat sudah kami tulis dalam tautan berikut ini (Baca: Tanda Kiamat).

Belakang ini, semenjak masuk bulan Ramadan, beredar broadcast di media sosial bahwa kiamat akan terjadi pada malam Jumat atau hari Jumat pertengahan bulan Ramadan. Benarkah demikian? Setelah dilacak, memang terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan dari sahabat Nabi Abdullah bin Mas‘ud yang pernah mendengar Nabi saw. bersabda demikian.

«إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَالَ: قُلْنَا: وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ، فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا: سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ، فَإِنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ “

Bila terdengar suara dahsyat terjadi pada bulan Ramadan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Zulqa’dah, pertumpahan darah terjadi pada bulan Zulhijah dan Muharam, dan apa itu Muharam? “Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh.” Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali. Para sahabat pun bertanya, “Suara dahsyat apa itu, Rasul?” Rasulullah menjawab, “Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadan, yaitu tepatnya malam Jumat, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi, Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh di hari Jumatnya, maka masuklah ke dalam rumah, kunci pintu rumah, tutup lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian. Jika kalian merasakan suara dahsyat, maka agungkanlah Allah dengan bersujud, dan berdoa subhanal quddus, subhanal quddus, rabbunal quddus. Orang yang melakukan hal tersebut itu akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan celaka.

Terkait hal ini, portal Islamweb telah lebih dahulu meneliti kualitas hadis di atas. Hadis ini terdapat dalam kitab al-Fitan karya Imam Nu‘aim bin Hammad, salah satu guru Imam al-Bukhari yang berasal dari Marw di Khurasan, yang sekarang masuk wilayah Turkmenistan. Terkait riwayat hadis ini, terdapat perawi bermasalah yang bernama Ibnu Lahi’ah. Kumpulan kitab-kitabnya habis terbakar, dan membuatnya banyak kehilangan dokumentasi riwayat-riwayat hadis. Dalam ilmu hadis, ia dikategorikan sebagai orang yang tidak dhabit (kuat ingatan).

Baca Juga :  Di Masa Rasul, Masyarakat Tidak Boleh Dibunuh saat Perang Berkecamuk

Selain itu, terdapat tiga nama rawi yang bermasalah juga dalam sanad hadis ini. Pertama, Abdul Wahab bin Husain. Menurut al-Hakim dan Ibnu Hajar, rawi atas nama Abdul Wahab bin Husain itu majhūl (tidak diketahui identitasnya). Kedua, Muhammad bin Tsabit al-Bunani. Menurut Ibnu Hibban dan Ibn ‘Adi, rawi Muhammad bin Tsabit al-Bunani itu tergolong sebagai perawi yang lemah (minal majrūḥīn wad du‘afā). Ketiga, al-Harits al-A‘war al-Hamadani. Menurut al-Sya‘bī, Abū Ḥatim, dan Ibnu al-Madīni, rawi tersebut tergolong sebagai pendusta (minal kadzdzābīn). Atas dasar keterangan ini, sanad hadis ini tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena terdapat beberapa rawi yang bermasalah.

Oleh karena itu, hadis ini tidak dapat dijadikan pegangan. Terlebih lagi, hadis ini berkaitan dengan permasalahan gaib yang tidak diketahui oleh siapa pun. Dalam permasalahan gaib, kita tidak boleh menggunakan hadis bermasalah sebagai dalil. Namun demikian, hal ini bukan berarti kita mengabaikan begitu saja pesan dari hadis tersebut. Hadis tersebut memang menjelaskan mengenai hari kiamat yang akan terjadi pada hari Jumat.

Mengenai hal ini, memang terdapat hadis sahih yang menjelaskan bahwa hari kiamat terjadi pada hari Jumat, sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Muslim. Menurut Imam al-Munawi dalam syarah Jami‘ al-Shagir, hari kiamat itu terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan terbitnya matahari. Hari Jumat kapan kah itu terjadi? Nah, di sini tidak terdapat keterangan khusus mengenai kapan terjadi kiamat. Bisa bulan Ramadan ini, Syawal, atau entah beberapa puluh atau ratusan tahun lagi. Oleh karena itu, marilah kita bekali menghadapi hari yang menakutkan tersebut dengan amal saleh dan hindari perbuatan-perbuatan buruk. Wallahu a‘lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here