Telaah Hadis: Dunia dan Seisinya Dilaknat Allah Kecuali Orang yang Mengigat-Nya

0
204

BincangSyariah.Com – Ada sebuah hadis yang diantaranya diriwayatkan oleh al-Imam At-Tirmidzi, dari Abu Hurairah Ra. bahwa disebutkan kalau Nabi Saw. pernah bersabda kalau dunia dan seisinya dilaknat Allah kecuali tentang berzikir kepada Allah. Berikut redaksi hadisnya,

ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها، إلا ذكر الله وما والاه، وعالم أو متعلم

Sesungguhnya dunia terlaknat dan apa yang didalamnya, kecuali berzikir kepada Allah dan yang membuatnya mengarah kepada berzikir kepada-Nya, orang yang berilmu, dan orang yang belajar.

Hadis ini juga dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin dengan judul bab Bab Fadhl az-Zuhd fi ad-Dunya wa al-Hatstsi ‘ala at-Taqallul minhaa wa Fadhl al-Faqr (Bab Keutamaan Zuhud terhadap Dunia, Anjuran untuk Bersedikit Memiliki Dunia dan Keutamaan Kefakiran). Tentu ulama bisa berbeda pendapat, antara lebih utama mana hidup berkecukupan atau hidup dengan sangat sederhana sampai tidak punya apa-apa. Tapi yang jelas, Allah Swt. di satu sisi mendorong hamba-hamba-Nya untuk berusaha, tapi kita dilarang untuk meminta-minta sehingga merendahkan martabat manusia bahkan menunjukkan ketidakmampuan mensyukuri apa yang Allah sediakan kepada kita sebagai makhluk, dan dilarang juga untuk menumpuk-numpuk harta sampai berlebihan dan tidak ada yang disedekahkan sama sekali.

Walhasil, memahami hadis diatas bukan berarti kita tidak memperdulikan dunia sehingga menganggap seluruh bagian dari dunia itu buruk. Padahal, bukankah manusia juga hidup di dunia? Dunia yang dimaksud disana adalah, seperti kata Ibn Hajar al-Hanbali dalam kitab Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, adalah yang memalingkan kita dari Allah Swt. dan mengenal-Nya.

فالدنيا وكل ما فيها ملعونة، أي مبعدة عن الله؛ لأنها تشغل عنه، إلا العلم النافع الدال على الله وعلى معرفته، وطلب قربه ورضاه، وذكر الله وما والاه، مما يقرب من الله. فهذا هو المقصود من الدنيا؛ فإن الله إنما أمر عباده بأن يتقوه ويطيعوه، ولازم ذلك دوام ذكره كما قال ابن مسعود: تقوى الله حق تقواه: أن يذكر فلا ينسى، وإنما شرع الله إقام الصلاة لذكره، وكذلك الحج والطواف، وأفضل أهل العبادات أكثرهم لله ذكرا فيها. فهذا كله ليس من الدنيا المذمومة، وهو المقصود من إيجاد الدنيا وأهلها؛ كما قال تعالى: وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون.

Baca Juga :  Apakah Bertawasul Itu Musyrik?

Maka dunia itu dan seisinya terlaknat, artinya menjauhkan dari Allah, karena ia membuatmu sibuk dengannya. Kecuali ilmu yang bermanfaat yang menunjukkan engkau kepada Allah dan mengenal-Nya, berusaha mendekati-Nya dan mencari ridho-Nya, mengingat-Nya dana pa yang mendekatkan kepada hal tersebut. Inilah yang dimaksud dunia disitu. Allah Swt. sejatinya hanya memerintahkan hamba-Nya untuk takut kepda-Nya dan menaati-Nya. Dan menjadi niscaya untuk melakukan itu adalah terus-menerus mengingat-Nya. Kata Abdullah bin Mas’ud: “takwa kepada Allah yang paling sejati adalah mengingat-Nya lalu tidak lupa. Dan, sesungguhnya Allah mensyariatkan menunaikan shalat tujuannya untuk mengingat-Nya. Begitu juga haji dan thowaf. Dan ahli ibadah yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah di dunia. Maka kegiatan itu semua bukan masuk dalam kategori dunia yang tercela, justru itu adalah tujuan adanya dunia dan seisinya. Ini sesuai dengan firman Allah Swt.: “Dan tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia kecuali hanya menyembah(untuk mengingat)- Ku” (Adz-Dzariyat: 56)

Ini bersesuaian dengan banyak ayat dalam Al-Quran yang menyebutkan kalau dunia ini hanya senda gurau, dan akhirat yang lebih utama (la’ibun wa lahwun), sampai ayat yang menyebutkan kalau kehadiran warga atau penghuni dunia ini di satu sisi terlihat indah (ziinah), tapi ia juga merupakan cobaan (fitnah) untuk menguji seberapa takwanya kita kepada Allah Swt. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here