Telaah Hadis; Cinta Itu Membuatmu Buta dan Tuli

1
1128

BincangSyariah.Com – Cinta merupakan perasaaan kasih sayang yang sering diidentikkan sebagai perasaan paling indah yang pernah dirasakan dan dimiliki manusia. Keberadaan manusia sendiri merupakan bukti tentang adanya cinta. Namun kenapa banyak yang mengatakan cinta itu membuatmu tuli dan buta?

Dalam kitab al-Maqashid al-Hasanah karangan al-Sakhawi, terdapat sebuah hadis yang mashur tentang cinta.

حبٌك الشيئ يعمي و يصم

“Cintamu pada sesuatu akan membuatmu buta dan tuli”. (HR. Abu Dawud & Ahmad)

Al-Sakhawi mengatakan bahwa hadis di atas berasal dari Sahabat Abu Darda’ dari Ayahnya, yang diriwayatkan Abu Dawud dan al-‘Askary dari jalur sanad Baqiyah bin Walid. Sedangkan Ahmad meriwayatkan dari jalur sanad Syuraih bin Yazid.

Abu Daud tidak berkomentar tentang derajat hadis ini, sementara terdapat ulama yang mendhaifkan hadis tersebut, seperti al-Shan’ani. Namun menurut al-Sakhawi jika berdasarkan penjelasan Abu Daud dalam Risalah Ila Ahli Makkah, hadis yang tidak diberi keterangan dalam sunan-nya berarti hadis tersebut shalih al-hadis, hadis hasan dengan kriteria terendah dalam tingakatan ta’dil. Hadis yang tidak diberi keterangan oleh Abu Daud bukan berarti hadis dhaif apalagi maudhu’, sebab jika iya, maka Abu Daud biasanya akan menjelaskan sebab kedhaifan atau kemaudhuan hadis itu.

Menukil penjelasan al-‘Askhary, menurut al-Sakhawi dalam hadis ini Nabi ingin memberikan penjelasan bahwa cinta terkadang bisa membutakan seseorang dari jalan yang penuh dengan petunjuk Allah, serta dapat menulikannya untuk mendengar kalam kebenaran.

Maka, lanjut al-Sakhawi, seseorang yang mengalami cinta yang hebat dalam hatinya terhadap orang yang ia kasihi namun tidak dikendalikan oleh akal dan agamanya, maka cinta itu akan membuat ia tuli dan buta. Sebagaimana sebuah syair Imam Syafi’i mengatakan

Baca Juga :  Potensi Pemanfaatan Wakaf Asuransi Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

عين الرضى عن كل عيب كليلة كما أن عين السخط تبدي المساويا

Pandangan simpati menutupi segala cela, sebagaimaan pandangan benci menampakkan segala cacat.

Juga tentang puisi tentang cinta karya penyair Dinasti Abbasiyah, Basyar ibn Burdh

كذبت طرفي فيك والطرف صادق وأسمعت أذني فيك ما ليس تسمع

Aku membohongi pandanganku tentang dirimu dan pandangan itu jujur. Dan aku memperdengarkan telingaku tentangmu dengan sesuatu yang tidak dapat kau dengar.

Namun hal ini tidak selalu bermakna negatif, sebab kecintaan yang membuat buta dan tuli juga terjadi pada para sufi terhadap Allah Swt. Karena itu, jika sedang bermunajat kepada Allah, para sufi seakan tenggelam hingga tidak merasakan sekitar. Mereka menjadi buta dan tuli pada selain Allah. Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here