Khutbah Jumat; Bahaya Suuzon di Tahun Politik

6
15595

BincangSyariah.Com – Berikut ini adalah teks khutbah jumat bertema kan “Bahaya Suuzon di tahun politik”

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَيْنَا شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ الكِرَامُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ(. (الْحُجُرَاتُ : 12) وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ حَدِيْثِهِ الشَّرِيْفِ : ” إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ” (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ). صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ.

Bapak-bapak, kaum muslimin sidang jamaah Jum’at yang berbahagia.!

Untuk pertama kalinya, khatib ingin mengajak kita bersama, khususnya diri khatib pribadi, agar kita senantiasa meningkatkan sekaligus mempertahankan rasa iman dan ketakwaan yang baru saja kita pupuk dan perkuat pada bulan Ramadhan kemarin.

Selama 30 hari lamanya kita berjuang mengendalikan hawa nafsu dan menjinakkannya dengan berbagai macam amal ibadah, baik di siang ataupun di malam hari, sehingga sampai di penghujungnya kita menyenandungkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil sebagai wujud syukur terhadap kesucian yang telah Allah Swt berikan.

Oleh sebab itu, jangan sampai hendaknya anugerah takwa yang sudah kita peroleh, kita hilangkan dengan hal-hal negatif yang dulu sebelum Ramadan kita lakukan dan biasakan. Kata Allah dalam Q.S. al-Syams : 7 :

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Baca Juga :  Heboh Puisi Neno Warisman, Ini Komentar MUI

Artinya; “Amat beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh merugilah mereka yang mengotorinya.”

Jangan sampai kita kalah dari makhluk Allah yang lain seperti ayam misalnya, di mana ketika sang pemilik mengurungnya di dalam kandang selama kurang lebih 40 hari, maka ia dengan sendirinya akan mengenal dan selalu kembali ke kandang tersebut manakala dipanggil oleh sang pemilik.

Begitu juga, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali dalam karyanya Ayyuhal Walad bahwa jangan sampai ayam mengalahkan kita dalam hal memperoleh rahmah Allah pada tiap malamnya. Ketika ayam sudah bangun di sepertiga malam terakhir sementara kita masih tidur dengan nyenyaknya.

Bapak-bapak, kaum muslimin sidang jamaah Jum’at yang berbahagia.!

Tema khutbah kita pada Jum’at kali ini adalah “Bahaya Suuzon di Tahun Politik”. Salah satu penyakit berbahaya dan sering menjangkiti umat manusia dari dulu hingga sekarang adalah penyakit suuzon (berburuk sangka) kepada orang lain.

Penyakit inilah yang membuat retaknya hubungan antara anak dengan orangtuanya, seorang saudara dengan saudaranya yang lain, seorang teman dengan temannya yang lain, dan bahkan seorang ulama dengan ulama lainnya. Saking bahayanya penyakit ini, sampai-sampai seorang ulamapun berpotensi untuk berburuk sangka kepada ulama lainnya. Padahal Allah Swt dalam Q.S. Al-Hujurat : 12 telah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ.

Artinya; “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu adalab dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang serta janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Selain itu, Rasulullah Saw dalam sebuah hadisnya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari menyatakan :

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

Artinya; “Jauhilah oleh kalian berprasangka buruk, karena hal itu merupakan sedusta-dusta pembicaraan.”

Baca Juga :  Mencari Simpati Kiai Jelang Pemilu

Tidak sepantasnya seorang muslim berpikiran buruk terhadap perkataan dan perbuatan muslim lainnya. Apalagi hal tersebut disebabkan oleh perkara-perkara yang sepele yang tidak substansial seperti misalnya suuzon karena perbedaan pilihan politik, suuzon karena perbedaan prinsip dalam menyikapi konflik, suuzon karena berbeda pandangan dalam hal furuiyyah dalam agama, dan lain sebagainya. Saydina Umar dalam sebuah riwayat sebagai yang tersebut dalam Tafsir Ibnu Katsir menyatakan :

وَلَا تَظُنَنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنْ أَخِيكَ الْمُسْلِمِ إِلَّا خَيْرًا، وَأَنْتَ تَجِدُ لَهَا فِي الْخَيْرِ مَحْمَلًا

Artinya; “Jangan kamu berburuk sangka terhadap perkataan saudaramu yang muslim kecuali kebaikan, selama kamu mendapati hal positif dari apa yang disampaikannya.”

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang kita temui hari ini. Banyak di antara muslim yang mencaci-maki muslim lainnya hanya gara-gara status facebook yang belum sempurna ia pahami. Parahnya lagi caci maki lantaran suuzon ini tidak lagi memelihara adab kepada orang yang lebih tua, kepada ilmuan, kepada seorang ulama, dan mereka yang terhormat lainnya. Hari ini adalah masa di mana orang awam dengan beraninya mengkritik ulama yang jauh lebih tua dan berilmu darinya hanya gara-gara suuzon yang tidak didasari oleh ilmu dan pengetahuan. Na’udzubillahi Min Dzalik.!

Oleh sebab itu, perlu kiranya kita mempertimbangkan segala hal yang kita dengar dan terima dari pihak yang belum bisa dipastikan kebenarannya dengan cara mengklarifikasinya terlebih dahulu. Tidak lantas mengeshare atau membagikan secara langsung tanpa memahami serta membaca isi dari berita tersebut terlebih dahulu.

Dalam bahasa al-Qur’an hal seperti ini disebut juga dengan istilah tabayyun, yaitu memastikan kebenaran berita yang didengar langsung kepada sumber asalnya. Hal ini juga senada dengan firman Allah Swt dalam Q.S. al-Hujurat : 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya; “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan satu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Surga Menanti Kita Semua

Mudah-mudahan nasehat pendek ini bermanfaat, khususnya bagi kami yang menyampaikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.!

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: (وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر(ِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وََارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ.

6 KOMENTAR

  1. Mantab penjelasanya… Mdh2an bermanfaat bg kita semua da? Slalu d hindarkan dr perbuatan berprasangka buruk….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here