Tawasul di Makam Nabi Saat Terjadi Paceklik

1
1158

BincangSyariah.Com – Makam Nabi Muhammad Saw merupakan tempat paling istimewa yang berlokasi di komplek Masjid Nabawi asy-Syarif. Makam ini dulunya merupakan kamar Nabi bersama Sayyidah Aisyah. Konon para nabi dikuburkan di tempat di mana mereka meninggal. Oleh karena wafatnya Nabi Muhammad Saw di kamar Sayyidah Aisyah, maka beliau dimakamkan di tempat itu pula. Makam Nabi Muhammad Saw berdampingan dengan dua orang sahabatnya, Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar ibn Khattab.

Sebagai daya tarik utama, makam Nabi Muhammad Saw tidak pernah sepi dari para peziarah. Di hari normal, ribuan orang rela berjejal dan berdesakan agar bisa mendekat ke makam Nabi meski hanya sekelebat saja. Karena melubernya peziarah, seseorang tidak bisa berlama-lama berdiri di makam Nabi. Ada beberapa askar (tentara) yang bertugas untuk menertibkan para peziarah. Jika peziarah terlalu lama berdoa di depan makam, para askar ini akan memperingatkan untuk segera berlalu agar sirkulasi peziarah yang berdoa tertib dan lancar.

Meski hanya memiliki waktu sekejap saja, para peziarah tidak menyianyiakan kesempatan emas ini. Ada yang membaca sholawat, berdoa, menyampaikan salam, hingga menggunakan kuburan Nabi sebagai wasilah, perantara bagi hajat dan doa-doa yang dipanjatkan. Ternyata tindakan tawasul (berwasilah) dengan kubur Nabi pernah disarankan oleh Sayyidah Aisyah ketika penduduk Madinah tertimpa paceklik hebat.

Dalam kitab Sunan ad-Darimi, bab ‘Kemuliaan yang Allah berikan kepada Nabi-Nya setelah wafat’, Imam ad-Darimi meriwayatkan perihal ini:

حدثنا أبوا نعمان، حدثنا سعيد بن زيد، حدثنا عمرو بن مالك النكري، حدثنا أبو الجوزاء أوس بن عبد الله، قال : قحط أهلُ المدينة قحطًا شديدا فشكَوا إلى عائشةَ، فقالت : انظرُوا قبرَ النبي صلى الله عليه وسلم فاجْعلوا منهُ كُوًا إلى السماء، حتى لا يكون بينَه وبينَ السماء سَقْفٌ، قال : ففعلُوا، فمُطِرْنا مطرًا حتى نبت العُشُبُ وسَمِنَتْ الإبلُ حتى تَفْتَقَتْ من الشُحمِ، فسمي عامَ الفَتْقِ .

Baca Juga :  Jangan Mencela Ayam Jantan !, Ini Keutamaannya Menurut Nabi

“Diriwayatkan dari Abu Nu’man, dari Sa’id ibn Zaid, dari Amr ibn Malik an-Nakari, dari Abu al-Jauza Aus ibn Abdillah berkata: Suatu ketika Madinah terkena paceklik hebat karena kemarau panjang. Lantas penduduk Madinah mengadukan hal ini kepada Sayyidah Aisyah dan beliau berkata: ‘Lihatlah kuburan Nabi Muhammad Saw dan jadikan sebagai jendela yang menembus langit (untuk berdoa), sehingga tidak ada atap yang menyekat antara kuburan beliau dengan langit’. Penduduk Madinah bergegas melaksanakan anjuran Sayyidah Aisyah, kemudian Madinah diguyur hujan. Sehingga rerumputan tumbuh subur dan unta-unta menjadi gemuk. Karena peristiwa itu, tahun itu disebut sebagai tahun kesuburan.”

Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki al-Hasani dalam Mafahim Yajibu An Tushohhaha menjelaskan bahwa poin terpenting dalam tawasul dengan kuburan Nabi Muhammad Saw ini bukan semata berwasilah kepada kuburan, namun lebih karena kuburan ini menyimpan jasad makhluk yang paling mulia, yakni Nabi Muhammad Saw. Hal ini sekaligus menjadi indikator bahwa Nabi Muhammad Saw senantiasa peduli dan memperhatikan nasib umatnya meskipun beliau telah wafat dan jasadnya telah dikubur.

Argumentasi Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki juga didasarkan terhadap perkataan Sayyidah Aisyah yang menyatakan bahwa ketika rumahnya dijadikan sebagai makam Nabi Muhammad Saw dan Sayyidina Abu Bakar, ia melepas jilbabnya ketika masuk ke dalam rumahnya. Hal ini ia lakukan karena Nabi adalah suaminya dan Sayyidina Abu Bakar adalah ayahnya.

Namun semenjak Sayyidina Umar ibn Khattab turut dimakamkan di sana, Sayyidah Aisyah tidak pernah lagi membuka jilbabnya karena malu terhadap Sayyidina Umar ibn Khattab. Hal ini menunjukkan bahwa meski telah wafat, Nabi Muhammad Saw dan kedua sahabatnya tetap bisa mengetahui seseorang yang berada di dekat kuburnya. Oleh karena itu, bertawasul kepada beliau diperbolehkan.

Baca Juga :  Hadis Tentang Harumnya Keringat Rasulullah

Betapa Nabi Muhammad Saw tetap mencintai umatnya meski raga beliau telah terkubur. Semoga kita diberi kemampuan untuk berziarah ke maqbarah Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya serta beroleh syafa’atnya kelak. Wallahu a’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here