Tata-cara Pembagian Warisan dalam Hukum Islam

28
60745

BincangSyariah.Com – Pembagian warisan dalam hukum Islam menurut ilmu fikih disebut dengan faraidh, wiratsah, atau al-tirkah. Fikih Kewarisan Islam adalah ketentuan hukum Islam yang mengatur tentang siapa saja ahli waris yang berhak mendapatkan warisan dan berapa besar bagian kewarisannya.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam artikel pembagian warisan dalam hukum islam sebelumnya, bahwasanya tidak setiap keluarga mendapatkan warisan. Dan tidak setiap orang mendapatkan bagian yang sama dengan ahli waris lainnya. Sebagaimana yang telah dijelaskan Allah Swt dalam surat al-Nisa ayat 11, 12, 17, dan 176 dan beberapa hadis lainnya.

Adapun ringkasannya dapat dilihat pada keterangan berikut ini:

  1. Anak Perempuan

Pertama. Anak perempuan mendapatkan 1/2. Apabila anak sendiri (QS. 4: 11). Kedua, mendapatkan 2/3 apabila terdapat dua atau lebih. Mereka berbagi rata dari 2/3 tersebut (4:11). Ketiga, mendapatkan sisa / ashabah spabila bersama dengan anak laki-laki (ashabah bil ghair).

2. Anak laki-laki

Laki-laki mendapat sisa dengan sendirinya atau disebut ashabah bi al-Nafs

3. suami

Pertama, suami mendapat bagian 1/2 apabila ahli waris tidak meninggalkan anak (4:12). kedua, suami mendapatkan 1/4 apabila pewaris meninggalkan anak (4:12)

4. Istri

Pertama. Istri mendapatkan 1/4 apabila ahli waris tidak meninggalkan anak (4:12). Kedua mendapatkan 1/8 apabila ahli waris meninggalkan anak (4:12)

5. Ibu

Pertama, ibu mendapatkan bagian 1/3 apabila pewaris tidak meninggalkan anak. Kedua mendapatkan 1/6 apabila pewaris meninggalkan anak atau dua saudara atau lebih (4:11) Apabila tidak meninggalkan anak namun meninggalkan saudara (4:11). Ketiga, mendapatkan 1/3 sisa (tsulutsul baqi) apabila ahli waris hanya terdiri dari ayah, ibu dan suami/istri. Pembagiannya adalah dibagi dulu bagian istri, kemudian sisanya dibagi 1/3, kemudian sisanya diberikan kepada ayah.

Baca Juga :  Benarkah Nabi Ishak yang Dikorbankan, Bukan Ismail?

6. Bapak

Pertama. Bapak mendapatkan 1/3 apabila ahli waris tidak meninggalkan anak. (4:11). Kedua, bapak mendapatkan 1/6 apabila ahli waris meningglkan anak. (4:11). Ketiga, bapak mendapatkan semua sisa apabila tidak ada ahli waris yang mendapatkan sisa, dan masih ada sisa warisan maka diberikan kepada bapak, namun sebelumnya bapak tetap mendapat bagian zawil furud (ahli waris yang telah mendapatkan bagian yang ditentukan).

7. Saudari kandung

Pertama. Saudari kandung mendapatkan bagian waris 1/2 apabila kalalah dan sendiri. Kedua, mendapatkan 2/3 apabila kalalah dan bersama dua orang atau lebih, maka mereka berbagi rata dari 2/3 tersebut. Kedua, mendapatkan sisa warisan. Apabila kalalah dan bersama dengan seorang anak perempuan (ashabah maal ghair) atau dia bersama dengan saudara kandung (ashabah bil ghair).

8. Saudara kandung

Saudara kandung mendapatkan sisa warisan apabila kalalah

9. Saudari sebapak

Pertama. Saudara sebapak mendapatkan 1/2 warisan apabila kalalah dan tidak ada saudari kandung. Kedua mendapatkan 2/3 apabila kalalah, tidak ada saudari kandung dan saudari sebapak terdiri dari dua orang atau lebih. Mereka berbagi rata dari bagian tersebut. Ketiga, mendapatkan sisa warisan apabila kalalah, dia bersama saudara sebapak, dan tidak ada suadara kandung. Keempat. Tidak mendapatkan warisan apabila ada saudara kandung atau apabila ada dua saudari kandung

10. Saudara/I seibu

Pertama, Saudara/I seibu mendapatkan 1/6 warisan apabila kalalah dan mereka satu orang. Kedua mendapatkan 1/3 apabila kalalah dan mereka terdiri dari dua orang atau lebih

Adapun untuk cucu, anak angkat, ibu angkat, saudara sesusuaan dan lain-lain akan kami jelaskan dalam artikel pembagian warisan dalam hukum islam lainnya

Dari penejalasan di atas, kami ingin memberikan catatan tentang pengertian kalalah. Kalalah adalah kondisi ketika ahli waris tidak meninggalkan anak laki-laki atau cucu laki-laki dan ayah telah meninggal terlebih dahulu. Pembahasan kalalah adalah untuk menentukan apakah saudara dapat menjadi ahli waris atau tidak.
Wallahu alam

28 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum
    Bagaimana cara membagi warisan utk 2 anak perempuan 2 cucu perempuan 1 cucu laki laki n 2 ipar (istri adik n istri Abang)
    Terima kasih

  2. Kakek nenek saya sudah meninggal meninggal warisan dan memiliki 6 anak :

    1. Anak Perempuan (Armarhuma) memiliki anak 1.

    2. Anak Laki (Armarhum) memiliki anak 3.

    3. Anak Laki (masih hidup) memiliki anak 4.

    4. Anak Perempuan (armarhuma) – (ibu saya) memiliki anak 7.

    5. Anak perempuan (masih hidup) memiliki anak 4.

    6. Anak perempuan (masih hidup) memiliki anak 4.

    Pertanyaan :
    Bagaimana cara pembagian warisannya ?
    Sedangkan ada anak kakek nenek saya yang sudah meninggal, apakah anaknya mendapatkan warisan dan jika dapat hak warisan bagaimana cara perhitungan hak warisan nya. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

  3. kerabat kami laki2 meninggal dan meninggalkan harta, 1 istri, 3 anak laki2, 1 anak perempuan, 2 saudara kandung laki2 dan 3 saudara kandung perempuan. ibu dan bapaknya juga mertua laki2 dan perempuan sudah duluan meninggal. istri tidak bekerja. bagaimana membagi harta warisannya nenurut hukum.islam?

  4. Assalamualaikum wrwb, orang tua saya meninggalkan warisan jika di uang kan Rp400jt, harus di bagikan kepada 5 anaknya:3 laki laki 2perempuan bgimna jumlah pembagian nya?

    • apakah keluarga (ahli warisnya) hanya itu? kalau hanya itu pembagiannya seperti ini

      masing-masing anak laki-laki mendapat = 2/8 x 400jt = 100jt
      masing-masing anak perempuan = 1/8 x 400jt = 50jt

      dan perlu dipastikan apakah utang pewaris, biaya jenazah, dan wasiat pewaris ditunaikan terlebih dahulu. baru harta warisan dapat di bagi

      terimakasih.

  5. Kedua org tua telah meninggal, saya 6 bersaudara, 3 saudara juga telah meninggal, sisa 3 yang masih hidup, 1perempuan dan 2laki laki, saya laki laki sulung,dan saya seorang diri tanpa dibantu saudara saya untuk mengurus semua dana dan kebutuhan si mayit. ada tanah 20 are yang mau dibagi namun tanah tersebut masih tergadai,mohon solusinya wassalam

  6. Assalamu alaikum.
    Ayah saya sudah meninggal,dia meningglkan tanah dan sawah(pemberianvnenek/ibu dari ayah)danvjuga meninggalkan tanah gono gini dgn ibu.sekarang ibu menikah lgi dan dia ingin membagi warisan itu….saya 3 bersaudara laki2 semua.yg ingin sya tanyakan,
    1.apakah ibu saya berhak atas tanah dan sawah atas pemberiannenek?
    2.bgmn cara pembagian harta gono gini/harta bersama?.tlgcdi jawab.terima kasih.
    Wassalamu alaikum.

  7. Saya mw tanya bagaimana cara pembagian warisan ibu dimana saya memiliki seorang ayah dan 1 orang kakak perempun dan 2 orang anak laki2 dimana saya anak laki2 nomor 2 dan anak laki2 nomor 3 .
    Bagaimana cara membaginya . Tolong infonya terima kasih

  8. Bismillah mohon maaf untuk bagian Bapak (no.6), kenapa 1/3 ya? Bukan Ashobah binafsih, karena tidak memiliki keturunan.

  9. Assalamualaikum saya mau tanya, ayah Saya meninggal dunia Dan Keluarga yg ditinggalkan ada istri (ibu kami) 2 anak perempuan Dan 1 anak laki2, bagaimana perhitungan pembagian Waris kami?

  10. Assalamu’alaikum
    Saya 6 bersaudara
    2 laki laki
    4 perempuan
    Peninggalan kedua orang tua saya
    Uang 150j
    Bagai mana cara pembagian nya
    Mksk

  11. Saya mau tanya. Saya seorang istri dan suami saya sudah meninggal tetapi saya tidak memiliki anak. Sementara di istri yang pertama dari suami saya memiliki dua orang anak lelaki dan perempuan. Bagaimana mengenai pembagian harta gono gini berupa uang atau benda. Terimakasih

  12. بسمﷲ
    Mau tanya kl kedua orangtua meninggal harta waris nya 85jt punya anak laki-laki 3 (1hidup, 2 meninggal sblm org tua tp sdh memiliki anak) , anak perempuan 2.
    Bgmn pembagian nya?

  13. Assalamu’alaikum.
    Mau tanya…, kakek dan nenek sy sudh meninggal dunia n meninggalkan 2 org anak (laki n perempuan). Yg jd permasalahan, kakek n nenek telah lm meninggal dunia, nmun warisan blm dibagikan oleh uwa sy. Serta wasiat nenek-pun tidak dijalankan, yaitu uwa membangun rumah u/ anak’a ditempat yg telah dinyatakan untuk ibu sy. Kakek n Nenek punya banyak lahan, sawah n kebun. Kesemua itu blm dibagi.
    Andai nilai’a 10, berapa bagian u/ uwa sy yg masih mempunyai istri n 4org anak laki2 dan berapa bagian u/ ibu sy yg masih memiliki suami dan 4org anak dngan 1laki n 3perempuan.

  14. […] Persekutuan yang terjadi karena kepemilikan itu sudah pasti dibagi menurut kaidah pembagian waris masing-masing. Semisal, anggota ahli waris itu terdiri dari 1 istri, 1 saudari kandung, 2 saudara seayah, maka persekutuan masing-masing menurut nisbah siham yang dimilikinya (secara berturut-turut), adalah ¼, ½, sisa. Ashlu al-Mas-alah yang terbentuk adalah 4, dengan 1 porsi saham milik istri, 2 saham untuk saudari sekandung, dan 1 porsi saham dibagi berdua untuk saudara seayah dengan masing-masing menerima ½ bagiannya. (Baca: Tata-cara Pembagian Warisan dalam Hukum Islam) […]

  15. Min mau nanya …apabila yg ditinggalkan adalah suami.1 anak laki2 kandung.1anak laki2 tiri.3 anak perempuan kandung ini bagaimana skema perhitungan warisannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here