Tanda Matinya Hati Seseorang

3
1609

BincangSyariah.Com – Dalam Islam dikenal konsep kematian hati dan tanda matinya hati. Hati adalah organ tubuh yang Allah ciptakan tidak ada duanya, tidak seperti organ tubuh lainnya yang Allah ciptakan berpasang pasang. Hal tersebut sebagaimana firman Allah Swt.:

ما جعل الله لرجل من قلبين في جوفه

“Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya” (Al Ahzab:4).

Hati Merupakan segumpal darah yang mempunyai peran penting dalam jiwa maupun raga manusia, sebagaimana sabda Nabi Saw. berikut:

ألا وإن في الجسد مضغة، إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله. ألا وهي القلب متفق عليه

“Ketahuilah, dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, seluruh tubuh akan baik. Jika daging itu rusak, seluruh tubuh juga akan rusak. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati” (HR Bukhari dan Muslim).

Karena hati mempunyai peran penting bagi jiwa manusia, kita yang mempunyai organ tubuh tersebut harus semaksimal mungkin menjaga agar jangan sampai terkotori. Menjaga hati tidak semudah menjaga organ tubuh yang lainnya karena penyakit hati jauh lebih banyak dan lebih susah mengobatinya dibandingkan penyakit pada organ tubuh lainnya.

Sebagaimana organ tubuh lain, hati pun bisa mati atau tidak berfungsi, hanya saja matinya hati tidaklah sama dengan organ tubuh lain. Lantas apa tanda tanda hati itu mati? Menurut Syekh Ibnu ‘Athaillah dalam al-Hikam, tanda matinya hati adalah sebagai berikut:

من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فاتك من الموافقات وترك الندم علي ما فعلته من وجود الزلات

“Termasuk tanda-tanda matinya hati adalah tidak merasa gelisah atas ibadah yang tertinggal tidak terlaksanakan dan tidak menyesal atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan.”

Baca Juga :  Agar Tidak Cinta Buta

Hati yang diisi dengan nur keimanan itu akan merasa gelisah jika orang yang berkaitan melakukan sebuah kemaksiatan. Selain itu, orang yang memiliki hati yang dipenuhi dengan nur keimanan itu akan merasa tenang jika telah mengerjakan hal yang berhubungan dengan ketaatan. Hal ini sebagaimana di sebutakan dalam sebuah hadis riwayat Abu Musa al-Asy’ari:

من سرته حسنته وساءته سيئته فهو مؤمن

“Barang siapa yang(amal)kebaikannya ( membuatnya) tenang,dan (amal) keburukannya (membuatnya)gelisah maka termasuk orang yang beriman” (HR. Thabrani)

Hati merupakan bagian organ tubuh yang sering berbolak-balik, bisa jadi pagi hari mengatakan iya sorenya mengatakan tidak. Hal tersebut sesuai dengan namanya dalam bahasa Arab yaitu al-qalb yang artinya ‘sesuatu berbolak-balik’. Oleh karena itu, selain kita perlu menjaga hati dengan tidak mengkonsumsi makanan haram, kita juga dianjurkan untuk berdoa sebagaimana di bawah ini:

يا مقلب القلوب ثبت قلبي  علي دينك وطاعتك امين..

Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala dinika wa tha’atika amin.

“Ya Allah Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati hamba-Mu ini pada agama-Mu dan ketaatan pada-Mu.”

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.