Tamu Tak Boleh Memberikan Makan Suguhan Tuan Rumah ke Orang Lain

0
187

BincangSyariah.Com – Ketika kita bertamu ke rumah atau kediaman kerabat atau tetangga, atau menghadiri kondangan pernikahan dan lainnya, kita umumnya disuguhi makanan berupa kopi, teh, dan jenis camilan dan makanan lainnya. Apakah suguhan makanan tersebut boleh kita berikan kepada orang lain?

Dalam Islam, kita dianjurkan untuk menghormati tamu, di antaranya dengan menyuguhi makanan dan minuman. Disebutkan bahwa setiap suapan yang dimakan oleh tamu akan mendapatkan pahala seperti halnya pahala haji dan umrah. (Baca: Begini Cara Menjamu Tamu yang Baik Menurut Abu Hafshin Al-Hadad)

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibn Al-Jauzi dalam kitab Bustanul Wa-‘izhin wa Riyadhus Sami’in berikut;

الضَّيفُ إِذَا دَخَلَ بَيتَ المُؤمِنِ دَخَلَتْ مَعَهُ أَلْفُ بَرَكَةٍ وَأَلْفُ رَحْمَةٍ وَيَكْتُبُ اللهُ تَعَالَى لِصَاحِبِ المَنْزِل بِكُلِّ لُقْمَةٍ يَأكُلُهَا الضَّيفُ حَجَّةً وَعُمْرَةً

Jika ada tamu yang masuk ke dalam rumah seorang mukmin, maka akan masuk bersama tamu itu seribu berkah dan seribu rahmat. Allah akan menulis untuk pemilik rumah itu pada setiap kali suap makanan yang dimakan tamu seperti pahala haji dan umrah.

Selain itu, jika kita kebetulan bertamu ke rumah orang lain, atau menghadiri kondangan, dan disuguhi makanan, maka kita hanya punya hak untuk memakannya semata. Kita tidak boleh membawa makanan tersebut ke rumah, memberikan kepada orang lain, atau menjualnya, tanpa ada izin dari tuan rumah.

Hal ini karena makanan suguhan tersebut bukan milik kita, melainkan milik tuan rumah. Kita hanya boleh memakannya saja, dan tidak boleh membagikan dan memberikannya kepada orang lain tanpa izin dari tuan rumah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

Baca Juga :  Menyoal Hadis yang Hilang karena Kekeliruan Penerbit

وفي الانوارلو قال أبحت لك ما في داري أو ما في كرمي، من العنب فله أكله دون بيعه وحمله وإطعامه لغيره

Dalam kitab Al-Anwar disebutkan bahwa jika seseorang berkata kepada orang lain; Aku membolehkan kepadamu apa-apa yang ada di rumahku, atau kebunku dari anggur, maka dia hanya boleh memakannya, tidak boleh menjualnya, membawanya dan memberikannya kepada orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here