Talak Sebelum Sempat Hubungan Badan, Apakah Suami Boleh Rujuk dengan Mantan Istri?

1
474

BincangSyariah.Com – Banyak dijumpai suami dan istri talak atau cerai karena suami impoten sejak melakukan akad nikah. Otomatis suami dan istri tersebut belum dukhul atau melakukan hubungan badan. Namun setelah keduanya melakukan talak, suami ingin rujuk karena dia sudah sehat dan tidak impoten lagi. Dalam kondisi tersebut, apakah suami boleh rujuk tanpa akad nikah lagi?

Jika suami dan istri talak sebelum keduanya dukhul atau melakukan hubungan badan, maka suami tersebut tidak boleh rujuk pada istrinya. Hal ini karena jika istri ditalak sebelum didukhul, maka tidak ada iddah baginya. Sementara syarat rujuk harus dilakukan selama masa iddah belum habis. Karena istri yang ditalak sebelum dukhul tidak punya masa iddah, maka bagi suaminya tidak boleh rujuk.

Jika keduanya ingin kembali lagi, maka keduanya harus melakukan akad nikah baru melalui wali, saksi dan mahar yang lain.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Sulaiman al-Bujairimi dalam kitab al-Bujairimi ‘ala al-Khatib berikut;

وَ الثَّانِي أَنْ يَكُونَ الطَّلَاقُ بَعْدَ الدُّخُولِ بِهَا فَإِنْ كَانَ قَبْلَهُ فَلَا رَجْعَةَ لَهُ

“Syarat rujuk kedua adalah talak dilakukan setelah suami dukhul dengan istrinya. Jika talak terjadi sebelum dukhul, maka suami tidak boleh rujuk.”

Dalam kitab I’antut Thalibin, Syaikh Abu Bakar Syatha juga menyebutkan sebagai berikut;

فلا يصح رجوع مفارقة بغير طلاق كفسخ ولا مفارقة بدون ثلاث مع عوض كخلع لبينونتها ومفارقة قبل وطء اذ لا عدة عليها ولا من انقضت عدتها لانها صارت اجنبية ويصح تجديدها نكاحهن بإذن جديد وولى وشهود ومهر اخر

“Maka tidak sah rujuk dari pisah nikah tanpa talak seperti fasakh. Juga tidak sah rujuk dari talak kurang dari tiga dengan disertai membayar uang seperi khulu’. Serta tidak sah rujuk dari talak sebelum melakukan hubungan badan karena tidak ada iddah bagi istri, juga tidak sah rujuk pada istri yang sudah berakhir masa iddahnya karena dia sudah menjadi orang lain. Dan sah melakukan nikah baru dengan mantan istri tersebut dengan izin baru, wali saksi dan mahar yang lain.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here