Takut Bayi Menangis, Bolehkah Shalat Sambil Menyusui?

0
18

BincangSyariah.Com – Ketika seseorang melaksanakan shalat, dia diperbolehkan menggendong anak yang masih kecil agar tidak menangis. Namun bagaimana jika orang melaksanakan shalat sambil menyusui dengan tujuan agar bayinya tidak menangis, apakah boleh?

Mengenai hukum melaksanakan shalat sambil menyusui, sebaiknya hal itu dihindari karena selain berpotensi aurat terbuka, juga bisa menimbulkan banyak gerakan dalam shalat. Mnenurut ulama Syafiiyah, setiap gerakan yang berturut-turut dan banyak meskipun kecil dapat membatalkan shalat.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab berikut;

وأما ما عده الناس كثيرا كخطوات كثيرة متوالية وفعلات متتابعة فتبطل الصلاة

Apa yang dianggap masyarakat terlalu banyak, seperti melangkah yang banyak, berturut-turut, atau gerakan yang berurutan, maka membatalkan shalat.

Oleh karena itu, jika seorang perempuan menyusui anaknya dan dikhawatirkan rewel jika ditinggal melaksanakan shalat, maka hendaknya dia menunggu sampai anaknya tidak menangis. Dia boleh mengakhirkan shalat dengan catatan waktu shalat tidak sampai habis.

Disebutkan dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah, Syaikh Mahmud Syalbi mengatakan bahwa perempuan yang merawat dan menyusui anaknya, maka baginya boleh untuk mengakhirkan shalatnya dengan catatan waktunya tidak sampai habis. Hal ini karena merawat dan menyusui anak agar tidak menangis termasuk sebab dan uzur yang membolehkan mengakhirkan shalat.

Syaikh Mahmud Syalbi berkata sebagai berikut;

إنه يجوز تأخير الصلاة لرعاية أطفال رضع بشرط أدائها قبل خروج وقتها.. أن سيدنا جبريل – عليه السلام- أتى إلى  الله عليه وسلم- فى يومين متتابعين، في اليوم الاول صلى بالنبي الصلاة في أول وقتها وفى اليوم الثاني صلاها فى آخر وقتها، ثم قال يا محمد : الصلاة ما بين هذين الوقتين

Sesungguhnya boleh mengakhirkan shalat karena merawat anak kecil yang masih menyusu dengan syarat melaksanakannya sebelum waktunya keluar. Sesungguhnya Malaikat Jibril mendatangi Nabi Saw dalam dua hari berturut-turut. Pada hari pertama dia shalat bersama Nabi Saw di awal waktu, dan hari kedua shalat di akhir waktu, dan kemudian dia berkata; Wahai Muhammad, shalat berada di antara dua waktu ini.

Baca Juga :  Terkait Virus Corona, PBNU Ajak Umat Muslim Baca Shalawat Thibbil Qulub

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here