Tahukah Apa Keluh Kesah yang Disukai Allah? Kenali Dua Macam Keluhan Menurut Ibnu Qayyim Ini

2
720

BincangSyariah.Com – Dalam ‘Uddat ash-Shabiri, Ibnu Qayyim menjelaskan batasan kesabaran adalah tidak menyalahkan takdir. Adapun menampakkan musibah yang sedang menimpa, selama tidak mengeluh, tidaklah menafikan kesabaran. Sebagaimana dalam kisah Ayyub As, Allah Swt berfirman,

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (QS. Shad: 44)

Padahal dalam ayat yang lain, Ayyub a.s. terang-terangan berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit.” (QS. Al-Anbiya: 83). Tapi Allah tetap menyebut Ayyub sebagai hambanya yang paling sabar. Maka berdasarkan ayat-ayat di atas maka harus dipahami bahwa menampakkan musibah yang terjadi bukan berarti tidak sabar.

Menurut Ibnu Qayim, terdapat dua macam keluhan:

Pertama, mengadu kepada Allah. Keluhan macam ini tidak menafikan kesabaran, ini adalah keluh kesah yang disukai Allah. Sebagaimana Nabi Ya’qub berkata kepada Allah, “sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku” (QS. Yûsuf: 86) Demikian juga dengan Nabi Ayyub juga berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit.” (QS. Al-Anbiyâ: 83)

Kendati demikian, Allah tetap menilainya sebagai orang yang sabar, bahkan pemimpin orang-orang yang sabar. Nabi Muhammad Saw juga pernah berdoa dan menampakkan kelemahannya kepada Allah dan mengadu, “Ya Allah, kepada-Mu kuadukan lemahnya kekuatan diriku, terbatasnya siasatku”(HR. Bukhari & Muslim)

Musa As pun berdoa, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, dan kepada-Mu lah orang mengadu. Engkaulah tempat meminta pertolongan, dan pada-Mu terdapat pertolongan, serta pada-Mu aku bertawakal. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan seizin-Mu.

Kedua, keluh kesah berupa tindakan dan kata-kata orang yang diberi cobaan. Keluhan macam ini tidak mengandung unsur kesabaran, melainkan berlawanan dengannya. Jadi, ada perbedaan mencolok antara mengeluh dan mengadu.

Baca Juga :  Lima Rukun Nikah dan Ketentuannya

Ada yang berpendapat, bahwa kesabaran adalah keberanian jiwa. Berangkat dari sinilah orang mengatakan, “Keberanian adalah kesabaran sesaat.” Ada pula yang berpendapat bahwa kesabaran adalah teguhnya hati dalam menghadapi situasi sulit. Kesabaran dan kegelisahan adalah dua hal yang bertentangan, dan keduanya saling berlawanan.

2 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum…umi…bagaimana kalau kita ada niat…tiba2 tdk jadi kita laksanakan..
    Krn kita ada tamu…misalx

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here