Tafsir: Perintah Allah agar Kita Selalu Memprioritaskan Berdamai

0
317

BincangSyariah.Com – Di antaranya ayat Alquran yang mendorong kita untuk terus berdamai ketika terjadi perselisihan, adalah surah al-Hujurat: 10,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ  أَخَوَيْكُمْ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertawakallah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. [Al-Hujurat 10]

Ayat ini mengandung perintah kewajiban mendamaikan dua kelompok yang tengah berselisih. Hal ini dikarenakan sesama orang mukmin adalah ikhwah (saudara) dalam hal agama dan aqidah. Mereka memiliki satu kesamaan yg disatukan oleh “keimanan”, sebagaimana persaudaraan kandung yang disatukan dengan nasab.

Jika persaudaraan yang senasab menuntut adanya saling menyayangi, menolong dalam hal kebaikan dan menolak keburukan, maka begitu pula persaudaraan “seagama” yang juga berimplikasi harus saling menyayangi, mendamaikan dan mengajak takwa kepada Allah. Sehingga nantinya mereka berhak mendapatkan rahmat dan pahala dari Allah.

Menurut Imam Al-Qurthubi persaudaraan dalam ayat ini adalah persaudaraan seagama dan sewilayah. Persaudaraan seagama juga lebih kokoh daripada nasab, karena hubungan nasab dapat terputus disebabkan berbeda kepercayaan, tetapi perbedaan nasab tidak bisa memutus persaudaraan yang berbeda kepercayaan.

Tentang larangan kita untuk saling berselisih, Rasulullah saw juga bersabda: “Janganlah kalian saling mendengki, memfitnah, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara.

Rasulullah saw. juga menegaskan kalau kita semua sebenarnya adalah bersaudara,

Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina” (HR. Muslim).

Dari ayat ini juga setidaknya ada dua kesimpulan,

  1. Dasar hubungan antar orang mukmin adalah berlandaskan saling bersilaturahmi dan menyayangi, bukan atas dasar pertengkaran dan permusuhan.
  2. Jika terjadi pertentangan dari dua kelompok orang mukmin, maka bagi mukmin lainnya wajib mendamaikan sampai kembali kepada jalan dan ketentuan Allah. Kesimpulannya orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah bersaudara, karena iman yang ada telah menyatukan hati mereka.
Baca Juga :  Masih Suka Menggosip, Padahal Itu Sama dengan Memakan Bangkai Saudara Sendiri

Dan apabila ada yang berselisih maka wajib didamaikan demi menjaga hubungan persaudaraan antarsesama. Mari kita kuatkan persaudaraan sehingga bisa dirasakan oleh semuanya, bahkan saudara setanah air kita yang bukan Muslim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here