Tafsir: Apa Makna “Udkhulu fi as-Silmi Kaaffah”: Ber-Islam secara Kaffah?

4
4206

BincangSyariah.COm – Ada satu ayat suci al-Quran yang belakangan sangat populer dan terus disosialisasikan dengan penuh semangat oleh sebagian umat. Ia adalah :

يا ايها الذين امنوا ادخلوا فى السلم كافة. ولا تتبعوا خطوات الشيطان انه لكم عدو مبين

Banyak ahlu tafsir menerjemahkan dan menafsirkan begini :

“hai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam agama Islam secara kaffah (menyeluruh/total). Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh nyata kalian”.

Kata “as-Silm” di situ dimaknai sebagai “Islam”.

Imam Ibnu Katsir mengutip penafsiran dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Thawus, adh-Dhahhak, ‘Ikrimah, Qatadah, as-Sudi dan Ibnu Zaid bahwa arti “as-Silmi” adalah Islam. Sementara, Adh-Dhahhak, Ibnu ‘Abbas, Abu al-‘Aliyah dan ar-Rabi’ ibn Anas menafsirkan kata as-silmi dengan ketaatan (at-tho’ah).

Fakhruddin al-Razi, penafsir besar, mengkritik penafsiran tersebut (dengan memaknai as-Silmi sebagai masuk Islam). Ini menurutnya problematik, karena orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang Islam. Kalau sudah beriman, mengapa disuruh masuk Islam. Ini tidak boleh terjadi. Maka perlu dicari tafsir lain. Katanya,

في الآية إشكال ، وهو أن كثيرا من المفسرين حملوا السلم على الإسلام ، فيصير تقدير الآية : يا أيها الذين آمنوا ادخلوا في الإسلام ، والإيمان هو الإسلام ، ومعلوم أن ذلك غير جائز ، ولأجل هذا السؤال ذكر المفسرون وجوها في تأويل هذه الآية

Ia lalu memaknai kata “As-Silmi” sebagai “as-Sulh (damai) dan “tarkul muharabah” (meninggalkan/menghentikan perang). Maka, jika begitu, ayat itu bermakna :

“Hai orang-orang yang beriman. Masuklah/bergabunglah ke dalam proses perdamaian secara total, dan tinggalkan/hentikan perang”.

Meski tidak populer, tetapi saya kira tafsiran atau penjelasan ini sangat menarik dan sesuai dengan visi Islam, sebagai agama damai dan yang selalu menyerukan perdamaian.

Baca Juga :  Bolehkah Berdoa dengan Lafaz In Syi'ta

Ketika Nabi ditanya siapakah muslim itu?. Beliau menjawab :

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده

“muslim adalah orang yang kehadirannya membuat orang-orang di sekitarnya merasa damai, tak terganggu oleh kekerasan ucapan dan tangannya”.

Dalam hadis lain disebut :

“Seorang beriman (mukmin) ialah orang kehadirannya membuat orang-orang disekitarnya merasa aman-nyaman”.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here