Tafsir tentang Ayat Kewajiban Berterima Kasih pada Kedua Orangtua

0
351

BincangSyariah.Com – Berterima kasih pada orang yang telah berjasa kepada kita itu sangat dianjurkan dalam agama Islam. Nabi Muhammad Saw. bersabda:

لا يشكر الله من لا يشكر الناس

Tidak dikatakan bersyukur pada Allah Swt. selagi ia tidak berterima kasih pada manusia (HR. Tirmidzi no. 1954)

Dalam artian percuma kita bersyukur kepada Allah Swt. jika masih belum mampu berterima kasih pada sesamanya.

Berterima kasih bisa pada siapa saja. Yang penting dia sudah berjasa pada kita, entah itu memusuhi kita, lawan politik, atau siapa saja, tetap harus berterima kasih. Lebih-lebih pada guru atas semua ilmu dan didikannya. Juga, apalagi pada kedua orangtua yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Bahkan perintah untuk berterima kasih pada kedua orang tua disandingkan dengan kewajiban bersyukur pada Allah Swt. Dia berfirman dalam Qs. Lukman (31) : 14,

اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْر

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Dalam Tafsir Ath-Thabari (J. 18/h. 551) bahwa perintah untuk bersyukur tersebut pertama kepada Allah Swt. atas nikmat-Nya yang telah diberikan kepada kita berupa kesempatan hidup di dunia. Kedua kepada kedua orang tua, khususnya ibu. Karena tanpa sebab keduanya kita tidak akan ada di dunia ini. Mulai dari merawat dan mendidik kita, menafkahi dan membesarkan kita sehingga beranjak dewasa.

Kedua orang tua kita melewati berbanyak ujian, bahkan penderitaan dalam memperjuangkan anaknya agar terlahir sempurna dan selamat ke dunia. Bahkan mereka berdua rela menderita asal anak bahagia, rela kelaparan asal anak kenyang, dan yang lainnya. Sehingga amat pantas kita berterima kasih pada keduanya walaupun mereka tidak meminta.

Baca Juga :  Dosen IAIN Surakarta: Indonesia Sangat Berpotensi Jadi Pusat Kajian Tafsir Asia Tenggara

Cara berbuat baik pada keduanya adalah dengan berbakti. Ikuti semua perintahnya dan jahui semua laranganya, asal tidak bertentangan dengan agama. Ringankan beban keduanya, misal dengan membantu ibu di dapur, membantu ayah di sawah bagi yang petani, dan lain sebagainya.

Di akhir ayat tersebut Allah Swt. menegaskan bahwa semua manusia pada akhirnya akan kembali pada-Nya. Dalam artian, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam At-bary (Juz 18/hal. 551) dalam tafsirnya, “Dia (Allah) akan menanyakan bagaimana engkau mengungkapkan rasa syukur atas nikmat-Nya. Dan juga bagaimana engkau berterima kasih pada kedua orang tuamu. Juga tentang baktimu pada keduanya.”

Oleh karena itu, ingatlah terus kebaikan orang lain pada kita, khususnya orang tua dan guru, sehingga tidak lupa untuk berterima kasih pada mereka. Sebaliknya, lupakanlah sebisa mungkin kesalahan yang telah mereka lakukan pada kita. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here