Tafsir Surat Yasin [36] ayat 1 – 3: Allah Menegaskan Kedudukan Nabi Muhammad

0
713

BincangSyariah.Com- Surat Yasin [36] merupakan salah satu surat yang populer di hampir seluruh kalangan umat Islam. Di Indonesia, kepopuleran surat ini tidak mengenal batas usia serta strata pendidikan, dari anak-anak hingga orang tua, dari yang awam hingga pelajar seperti kalangan pesantren masih terus mendawamkan tradisi membaca Yasin, yang dikenal dengan Yasinan.

Di kalangan pesantren, apalagi di bulan Ramadhan seperti ini tafsir surat Yasin sering dikaji. Salah satu kitab yang menghiasi rak-rak lemari pesantren di bidang tafsir adalah Tafsir Yasin karangan Syekh Hamami Zadah Afandi, seorang ulama dari Turki yang hidup di masa Daulah Utsmaniyyah abad ke 12 Hijriyah.

Disini, saya akan rutin dan runtut menulis tentang tafsir Yasin dengan pembahasan ayat per ayatnya. Tentu referensi yang digunakan tidak hanya Tafsir Yasin Syekh Hamami saja, namun juga dari kitab-kitab tafsir lainnya seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurthubi, hingga tafsir karya ulama Nusantara seperti Tafsir Al-Ibriz gubahan Kyai Bisyri Mustofa (ayahanda dari Gus Mus) dan Tafsir Al-Misbah karya Prof. M. Quraish Shihab. Baik, mari kita mulai mengaji Tafsir Yasin ini.

Surat Yasin memiliki 83 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah, Kyai Bisri Mustofa menyebut bahwa ada satu ayat dalam surat ini yang termasuk Madaniyyah, yakni surat 45. Surat ini sering disebut sebagai hatinya Al-Qur’an serta memiliki beberapa keistimewaan,  seperti orang yang membacanya akan Allah tulis pahala baginya sepuluh kali membaca Al-Qur’an.

Pernyataan ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ad-Darimi. Hadis ini dibahas dalam Tafsir Yasin Hamami dan juga Tafsir Al-Qurthubi, namun Tafsir Yasin Hamami tidak menyebutkan kualitas hadis dan sanadnya, sedangkan Tafsir Al-Qurthubi menyebut bahwa hadis ini gharib, salah satu nama dalam sanadnya dinilai majhul (tidak dikenal) yaitu Harun Abu Muhammad, sehingga hadis ini menjadi dhaif atau lemah.

Baca Juga :  Kisah Fudhail bin 'Iyadh dan Pentingnya Selalu Berharap Pada Allah

Selain itu terdapat juga beberapa keistimewaan surat Yasin yang diambil dari beberapa hadis Nabi. Seperti Allah membaca surat Yasin dan Taha sebelum menciptakan langit dan bumi. Kemudian ada banyak malaikat yang turun ketika seseorang yang sedang sakaratul maut dibacakan surat Yasin, terhitung setiap hurufnya akan turun 10 malaikat, selanjutnya malaikat-malaikat itu ikut mendoakannya, dan lain sebagianya.  Ada banyak uraian dalam Tafsir Yasin Hamami dan Tafsir Al-Qurthubi.

Bagian pertama edisi ini, yakni ayat 1 sampai 3 yang berbunyi,

يس (١) وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ (٢) إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ – ٣

“Ya-Siin. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, sesungguhnya engkau pastilah salah satu dari rasul-rasul”

Penyebab turunnya ayat ini karena saat itu kaum Kafir Mekkah menentang dan ingkar atas kerasulan Nabi Muhammad, mereka justru meremehkan bahwa Nabi Muhammad hanyalah anak yatim biasa yang dirawat oleh Abu Thalib, tidak pernah sekolah, tidak tahu menahu tentang pendidikan, maka mana mungkin menjadi seorang Nabi. Ungkapan kaum kafir yang ingkar itu kemudian dibalas Allah secara tegas dengan ayat-ayat ini, bahwa Nabi Muhammad benar-benar utusan Allah.

Ayat pertama hanya terdiri dari dua huruf saja, yakni ya’ dan sin. Namun ayat inilah yang mengalami banyak dialog dan penjelasan di berbagai kitab tafsir. Yasin merupakan salah satu huruf-huruf yang menjadi pembuka surat Al-qur’an (fawatih as-suwar). Quraish Shihab menuturkan bahwa para ulama merangkai huruf-huruf fawatih as-suwar yang terdiri dari 14 huruf itu dengan sebutan,

نص كريم قاطع له سر

Naṣṣun karīmun qāi’un lahu sirrun

“Teks mulia yang bersifat pasti dan memiliki rahasia”

Lafadz Yā Sīn ditafsirkan secara beragam oleh para mufassir seperti: Ya Insan (Manusia yang dimaksud adalah Nabi Muhammad), Ya sayyidal Mursalīn, sebagian nama Al-Qur’an dan bahkan ada yang menyebut sebagai salah satu nama Allah. Namun. Pendapat yang paling masyhur adalah lafaz yasiin merujuk kepada Nabi Muhammad. Al-Qurtubi mengutip Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Mawardi dari Ali RA yang artinya “Allah menamaiku dalam Al-Qur’an dengan 7 sebutan, yakni Muhammad, Ahmad, Taha, Yasiin, Al-Muzammil, Al-Muddatsir dan ‘Abdullah.”

Pada ayat kedua, Allah bersumpah dengan Al-Qur’an yang disifati dengan kata hakim/penuh hikmah. Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad sekaligus menjadi bukti atas ungkapan kaum kafir yang ingkar.

Baca Juga :  Punya Salah pada Teman? Ini Empat Tahapan Cara Memohon Maaf

Kemudian di ayat ketiga Allah menyebut sesungguhnya Nabi Muhammad merupakan salah satu dari utusan Allah. Quraish Shihab menjelaskan bahwa dari penafsiran ayat kedua dan ketiga menunjukkan bahwa Allah menegaskan kedudukan Nabi Muhammad sebagai Rasulullah. Karena dari sekian banyak ayat yang mana Allah menekankan dengan sumpah, hanya Nabi Muhammad seorang yang pemberitaanya oleh Al-Qur’an disertai dengan sumpah. Tentu ini menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad.

Wallahu A’lam bi al-Shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here