Tafsir Surat Yasin [36] 24-26: Pendakwah yang Dikisahkan Surah Yasin

0
193

BincangSyariah.Com- Habib An-Najjar merupakan lelaki dari ujung kota Anthokiah (kini berada di wilayah Turki) yang menerima dakwah tiga utusan Nabi Isa. Pada ayat sebelumnya tokoh ini secara terang-terangan membela para utusan di depan penduduk negeri Anthakiah. Sayangnya, pengakuan dan persaksian yang ia lakukan justru menimbulkan respon negatif dari penduduk Anthakiah, hingga ia dibunuh dan meninggal dalam keadaan syahid.

Kisah syahidnya Habib An-Najjar ini terdapat pada ayat 24-26 surat Yasin [36], sebagai berikut,

 إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (24) إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ (25) قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ – 26

Innī idzan laf ī dhalālin mub īn (24) Innī āmantu birabbikum fasma’ ūn (25) Qīla dkhuli al-jannata qāla yā laita qaumī ya’lamūn (26)

Sesungguhnya jika aku (berbuat)begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata (24) Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku (25) Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surge.” Dia (laki-laki/Habib An-Najjar) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,”

Pada ayat ke-24 ini, Habib An-Najjar mengatakan kepada penduduk Anthakiah bahwa keputusannya untuk menyembah Allah merupakan langkah yang tepat, ia yang sudah mengetahui kebenaran ini jika berpaling dan kembali pada sesembahan yang lama, maka patut disebut sebagai orang yang berada dalam kesesatan yang nyata.

K.H. Bisri Musthofa dalam kitab Tafsir Al-Ibriz menyebut bahwa Habib telah menggunakan logika untuk beriman kepada Allah, bukan serta merta karena disembuhkan/dibantu saja, dan ia merasa inilah kenikmatan yang sesungguhnya. Syekh Hamami Zadah juga menyebut bahwa sesembahan yang dianutnya dahulu merupakan sesembahan yang batil.

Kemudian pada ayat ke-25, Habib menghadap kepada para utusan Nabi Isa, dan menyebut bahwa dirinya telah beriman kepada Allah Swt, serta terang-terangan dan tulus mengikuti dakwah mereka.

Baca Juga :  Tafsir Surat Yasin [36] 15-19: Jangan Membantah Ajakan Kebaikan Seperti Ashabul Qaryah, Begini Akibatnya!

Pendapat berbeda dari Ka’ab dan Wahb dalam Tafsir Al-Qurthuby bahwa, “Bisa jadi dia berkata kepada kaumnya (penduduk Anthakiah), sesungguhnya aku beriman kepada Tuhan kalian yang kalian ingkari/kufur kepada-Nya.”

Kejadian naas terjadi setelah kesaksian ini. Lelaki dari ujung kota ini bukan hanya membela utusan Nabi Isa, namun juga telah mengumumkan keimanannya secara terang-terangan di depan penduduk Anthakiah. Lantas penduduk itu marah besar dan membunuhnya.

Kisah Habib An-Najjar

Ada beberapa riwayat tentang kejadian ini, Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menyebutkan beberapa, di antaranya adalah pendapat Abdullah bin bin Mas’ud bahwa Habib diinjak-injak dan dimasukkan ke dalam sumur, dan penduduk Anthokiah juga membunuh ketiga utusan Nabi Isa. As-Suddi menyebut bahwa Habib dilempari batu hingga meninggal. Adapun beberapa pendapat lain mengisahkan juga kekejaman penduduk Anthokiah dengan versi yang beragam.

Sedangkan menurut Al-Qusyairi dari Al-Hasan al-Bashri, bahwa ketika kaum Anthakiah itu hendak membunuhnya, Allah mengangkatnya ke langit, kemudian ia berada di surga.

Terkahir ayat ke-26. Ayat ini menceritakan Habib yang dimasukkan ke surga. M.Quraish Shihab menyebutkan dalam Tafsir al-Misbah bahwa penduduk Anthokiah melempari batu hingga Habib gugur sebagai syahid. Ketika itu, malaikat datang dan mengatakan kepadanya untuk masuk ke surga. Ia pun bergembira dan berkata,” Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, yang sedang ku alami ini dan mengetahui apa yang menyebabkan Allam mengampuniku dan menjadikanku termasuk golongan orang-orang yang dimuliakan.”

Disini terlihat bahwa ia sangat tulus mengajak penduduknya/kaumnya untuk ikut menyembah Allah Swt, karena saat masuk surge ia masih teringat penduduk negerinya.

Gugurnya lelaki dari ujung kota ini merupakan contoh nyata orang meninggal di jalan Allah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa selain orang yang berjihad dalam bentuk perang, ada lima bentuk orang yang meninggal sebagai syahid. Mereka adalah orang yang terkena wabah, orang yang meninggal karena sakit perutm korban tenggelam, korban yang terkena reruntuhan dan orang yang meninggal di jalan Allah.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yasin [36] 20-23: Kisah Habib An-Najjar, Lelaki dari Ujung Kota

Demikianlah kisah Habib An-Najjar yang telah beriman kepada Allah, namun situasi dan respon para penduduk Anthakiah saat itu sangat brutal menyebabkan ia meninggal dalam keadaan syahid. Semoga kita bisa belajar dari kisah ini.

Wallahu A’lam bi al-Shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here