Tafsir Surat Quraisy: Ketika Suku Quraisy Diceritakan dalam Al-Qur’an

0
1080

BincangSyariah.Com – Suku Quraisy adalah salah satu suku yang ada di Arab. Asal penamaan suku Qurasiy disandarkan pada Fihr, salah satu leluhur Nabi Muhammad.

Jika di silsilah sebagai berikut Muhammad bin Abdullah bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoy bin Kilab bin Murraah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhir bin Kinanah bin Khuzaymah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mazar bin Nazar bin Ma’ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim.

at-Thabrani dalam kitabnya al-Awsath meriwayatkan hadith dari Zubair bin Awwam bahwa ada tujuh keutamaan yang Allah berikan pada suku Qurasiy 4 diantaranya yaitu: karena mereka adalah orang yang menyembah kepada Allah selama 10 tahun disaat tidak ada yang menyembah-Nya melainkan hanya suku Quraisy.

Kedua, mereka adalah orang-orang yang diselamatkan oleh Allah pada saat peristiwa Ashabul Fil (pasukan brgajah), padahal mereka dalam keadaan musyrik.

Ketiga, Allah menurunkan satu surah dalam Alquran yang dinamakan dengan surah Qurasiy, dan tidak ada satu sukupun yang mendapat keitimewaan itu.

Keempat, Nabi terakhir yang diutus berasal dari kalangan mereka.

Tafsir Surah Quraisy ayat 1-4,

لِاِيۡلٰفِ قُرَيۡشٍۙ . (1) اٖلٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيۡفِ‌ۚ . (2) فَلۡيَـعۡبُدُوۡا رَبَّ هٰذَا الۡبَيۡتِۙ‏. (3) الَّذِىۡۤ اَطۡعَمَهُمۡ مِّنۡ جُوۡعٍ ۙ وَّاٰمَنَهُمۡ مِّنۡ خَوۡفٍ (4

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. 2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. 3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah). 4. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.

Qatadah mengatakan bahwa kebiasaan orang Quraisy adalah melakukan perjalanan baik saat musim panas atau musim dingin.

Baca Juga :  Empat Tips Membentuk Kesalehan Diri dalam Surah Al-Ashr

Ketika musim panas mereka pergi ke daerah Romawi, sedangkan pada musim dingin mereka pergi ke Syam. Pendapat lainnya mengatakan saat musim dingin mereka menetap di Makkah, ketika musim panas mereka pergi ke Thaif.

Mujahid mengtakan bahwa perjalanan yang mereka lakukan adalah nikmat yang Allah berikan kepada mereka. Dimana mereka mampu melakukan perjalanan jauh dengan nyaman dan tidak merasa berat.

Bahkan ketika mereka kelaparan Allah meberikan makanan kepada mereka.

الَّذِىۡۤ اَطۡعَمَهُمۡ مِّنۡ جُوۡعٍ

Menurut Ibnu Abbas ayat ini tidak lepas dari permintaan Nabi Ibrahim kepada Allah, sebagaimana terdapat dalam surah Ibrahim ayat 37:

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Nikmat lain yang Allah berikan kepada Quraisy adalah rasa aman dari perasaan takut, sebagaimana penggalan akhir ayat dalam surah ini.

وَّاٰمَنَهُمۡ مِّنۡ خَوۡفٍ

Menurut para ulama, rasa khauf yang dimaksud adalah perasaan takut dan khawaitr dari segala marabahaya, baik berupa wabah penyakit atau gangguan musuh.

Ada yang berpendapat gangguan musuh hanya pada bulan-bulan haram saja.

Ibnu Abbas melanjutkan bahwa, rasa aman yang dialami orang Quraisy juga merupakan partisipasi doa yang dilakukan oleh Ibrahim sebelumnya. Yaitu pada surah Ibrahim ayat 35:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Baca Juga :  Tafsir Surah al-Baqarah [2]: 8-16: Kemunafikan Menurut Al-Qur'an

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Menurut para mufassir kata negeri yang dimaksud pada ayat diatas adalah Makkah. Dan salah satu keturunan dari Nabi Ibrahim adalah suku Qurasisy. Sehingga mereka mendapat curahan nikmat dari doa tersebut.

Demikianlah kemuliaan suku Quraisy yang tertuang dalam firman Allah Swt. juga disebutkan di dalam hadis-hadis.

Terkahir, pada ayat ke 3 dalam surah ini, Allah memerintahkan mereka untuk beribadah kepada-Nya. Sebagai bentuk rasa syukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah mereka peroleh. Berupa perjalanan, rezeki, dan rasa aman dari segala marabahaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here