Tafsir Surat An-Nashr : Pertolongan Allah Saat Pandemi

0
2344

BincangSyariah.com – Pandemi Covid-19 yang melanda hampir negara ini ridak bisa dipungkiri telah dan masih menjadi sebuah cobaan yang berat bagi kemanusiaan. Jika pandemi diibaratkan suatu peperangan, suatu saat ini akan berakhir meskipun saat ini telah banyak korban yang berguguran. Maka yang terpenting saat ini adalah semua elemen masyarakat terus bekerja keras untuk menghentikan arus pandemi ini.

Yakinlah, pertolongan Allah pasti akan datang di masa pandemi ini. Sebagaimana dalam al-Quran terdapat surat An-Nashr yang berarti sebuah pertolongan. Surat tersebut berisikan 3 ayat yang berbunyi:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (۱) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (۲) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا  – ۳

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.”

Dalam Tafsir al-Misbah, Quraisy Shihab mengatakan bahwa tema surat ini adalah kabar gembira terkait pembebasan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dan banyaknya masyarakat yang masuk Islam saat itu. Banyak perbedaan pendapat terkait surat ini diturunkan. Ada yg berpendapat setelah perang Khaibar, sebelum Nabi Saw. wafat, dan yang paling populer adalah ketika setelah pembebasan kota Mekah terjadi.

Lafazh nashr secara kebahasaan bermakna pertolongan dalam suatu kejadian dan penisbatan lafazh tersebut kepada Allah. Ayat ini juga mengisyaratkan bahwa pertolongan tersebut datang dari Allah. Juga berarti bahwa pertolongan tersebut sangatlah besar. Hal tersebut didasarkan terhadap bunyi lafazh selanjutnya yakni al-fath.

Lafazh al-fath merupakan derivasi dari fataha yang berarti pembukaan. Kemudian ia juga memiliki makna kemenangan, karena pada dasarnya kemenangan adalah perjuangan dalam menghadapi sesuatu yang tertutup. Menurut Syeikh Nawawi al-Bantani dalam tafsir Marah Labid, kata tersebut menandakan suatu peristiwa yakni pembukaan/pembebasan kota Mekah.

Baca Juga :  Jika Tuhan Tidak Butuh Disembah, Mengapa Ada Azab bagi Mereka yang Kafir?

Kisahnya adalah, Mekah berhasil dibebaskan oleh kaum muslimin pada bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijrah (Desember 630 M). Peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang penting dan memiliki dampak besar bagi kejayaan Islam, karena banyak orang-orang berbondong-bondong untuk masuk Islam sebagaimana tertera dalam ayat kedua surat tersebut.

Pesan Utama Surah

Dalam kajian Ulumul Quran terkenal sebuah kaidah yang berbunyi,

العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

“Pelajaran diambil dari keumuman lafazh bukan kekhususan sebab

Kaidah tersebut sangat cocok untuk diterapkan pada surat ini. Jika dikontekstualisasikan maka surat ini merupakan suatu bisyaroh atau kabar gembira di masa pandemi yang sulit ini. Ya, Allah pasti akan memberikan pertolongannya, termasuk pada persoalan pandemi.

Sayyid Quthb dalam tafsirnya, Fi Zhilal al-Qur’an berkomentar bahwa surat ini merupakan tanda adanya pertolongan Allah dalam suatu peristiwa yang belum terjadi ataupun sudah terjadi. Pertolongan tersebut ditentukan oleh Allah dalam bentuk dan rancangan yang dikehendaki oleh-Nya. Termasuk saat pandemi ini, pertolongan Allah itu sangat nyata dalam bentuk apapun.

Lalu apabila pertolongan itu datang, apa yang harus dilakukan oleh seorang muslim? Ayat terakhir dalam surat tersebut menjadi jawabannya. Ya, kita harus senantiasa bertasbih memuji kepada Allah. Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa tasbih bukan saja menjauhkan kekurangan dari zat, sifat, dan perbuatan Allah Swt. akan tetapi juga kesempurnaan yang digambarkan oleh manusia itu sendiri.

Ibnu ‘Asyur berpendapat bahwa perintah untuk bertasbih ini merupakan suatu tanda bahwa pertolongan Allah itu sangatlah besar dan menakjubkan. Dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa kalimat yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw. dalam bertasbih adalah subhanallah wa bi hamdihii astaghfirullah wa atuubu ilaihi.

Masa pandemi memang masa yang sulit bagi siapapun. Namun bukan berarti kita harus berputus asa dalam menghadapinya. Pertolongan Allah sangatlah nyata dalam bentuk apapun. Kita harus bekerja sama dalam bentuk jaga kebersihan, jaga jarak, jauhi keramaian, dll. Dan yang terpenting kita harus senantiasa bertasbih dan beristighfar kepada Allah Swt. Semoga masa pandemi ini cepat berakhir. Wallahu a’lam bish-showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here