Tafsir Surat An-Naba 1-3: Bentuk Peringatan Allah Tentang Kiamat

0
1450

BincangSyariah.Com – Menurut al-Biqa’i di dalam Tafsir al-Misbah, tujuan utama surah yang terdiri dari 40 ayat ini diturunkan adalah bentuk pembuktian tentang hari kiamat yang pasti akan terjadi. Surah ini turun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Surat ini memiliki beberapa nama. Diantaranya adalah al-‘Azhim, ‘Amma Yatasaa`alun, dipersingkat menjadi ‘Amma, dan juga at-Tasa’ul dan al-Mu’shirat. Semua nama tersebut diangkat dari ayat pertama dan kedua surah.

Pada awal Q.S. an-Naba’ ini dimulai dalam bentuk pertanyaan,

عَمَّ يَتَسَآءَلُوْن

“Tentang apakah mereka saling bertanya?” (1)

Lalu pada ayat kedua menjawab;

عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِ

“Tentang berita yang besar (hari kebangkitan)” (2)

Selanjutnya ayat ketiga menjelaskan bahwa pada saat itu manusia saling berselisih dan tidak mempercayainya

الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَ ۗ

“Yang dalam hal itu mereka berselisih” (3)

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya mengatakan manusia itu tebagi menjadi dua yakni beriman kepada-Nya dan kufur kepada-Nya. Surah ini merupakan bentuk peringatan Allah SWT kepada manusia tentang pasti terjadinya hari keputusan yaitu hari kiamat. Kiamat terjadi “ketika sangkakala ditiup”, dan manusia datang berbondong-bondong dan Allah membukakan langit yang di dalamnya “terdapat beberapa pintu”, dan manusia akan diletakkan pada pintu yang sesuai dengan amalnya selama hidup di dunia.

Bagi orang bertakwa mendapatkan balasan yang sangat nikmat dan diantaranya disana mereka tidak mendengar percakapan maupun (perkataan) dusta. Jahannam adalah tempat bernaung bagi orang-orang yang mendustakan Allah dengan masa yang lama, disana mereka akan diberi air yang mendidih dan nanah, tidak ada rasa sejuk dan minuman bagi mereka sebab itulah yang pantas mereka dapatkan sesusai dengan buku catatan amal manusia. Terkait Jahannam, menurut al-Hasan dan Qatadah dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan, “tidak ada seorangpun masuk syurga sehingga dia menyeberangi Neraka, jika dia bisa menyeberanginya, maka dia akan selamat dan jika tidak maka dia akan ditahan di neraka.”

Baca Juga :  Hukum Haji Berkali-kali, Tapi Tak Pernah Sedekah

اِنَّاۤ اَنْذَرْنٰـكُمْ عَذَا بًا قَرِيْبًا ۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدٰهُ وَيَقُوْلُ الْـكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرٰبًا

“Sesungguhnya kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata: Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.”

Sepertinya Allah tidak pernah bosan untuk mengingatkan hamba-Nya hal ini terbukti pada ayat terakhir Q.S. an-Naba’, kembali Allah ingatkan bahwa siksaan begitu nyata dan dekat. Bahkan Allah mengetahui bahwa penyesalan pasti menimpa mereka yang mendustakan-Nya. Namun sayang, seringkali manusia tertipu dengan eloknya bungkus permen tanpa melihat apakah manisnya permen akan abadi. Yah, begitulah kehidupan. Semoga kita senantiasa termasuk orang-orang yang mempercayai berita besar yang telah Allah sampaikan, semoga rukun Iman dan Islam senantiasa melekat dalam hati kita.

Artikel ini adalah kerjasama bincangsyariah.com dan CRIS Foundation

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here