Tafsir Surat Al-Qori’ah: 6-11: Konsekuensi Penimbangan Amal Manusia

0
691

BincangSyariah.Com – Pada pembahasan sebelumnya, penulis telah menjelaskan dalam awal surat al-Qori’ah. Ayat 1-5 dari surat al-Qori’ah ini  menggambarkan tentang bagaimana dahsyatnya hari kiamat kelak. Kemudian, ayat berikutnya menjelaskan tentang penimbangan amal manusia pada hari tersebut.

Allah berfirman dalam Q.S al-Qori’ah ayat 6-11,

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (۶)  فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (۷)  وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (۸)  فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (۹)  وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (۱۰)  نَارٌ حَامِيَةٌ – ۱۱

(6) fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh (7) fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah (8) wa ammā man khaffat mawāzīnuh (9)  fa ummuhụ hāwiyah (10) wa mā adrāka mā hiyah (11) nārun ḥāmiyah.

(6) Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, (7) maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (8) Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, (9) maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (10) Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (11) (Yaitu) api yang sangat panas.

Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar menghubungkan (munasabah) ayat tersebut dengan surat al-Zalzalah. Segala perbuatan manusia akan diperlihatkan kelak di hari kiamat. Ayat ini memperjelas bahwa pada hari kiamat nanti, akan ada penimbangan amal atau yang disebut dengan mizan/mawazin. Dari mulai amal yang sekecil atom, sampai amal yang besar.

Pada ayat 6 dan 7, dijelaskan apabila seseorang mendapatkan timbangan yang berat (kebaikannya), maka dia akan mendapatkan kehidupan yang memuaskan. Maksud dari timbangan berat ini adalah banyaknya amal kebaikan, melebihi amal buruknya.

Kata ‘isyah menandakan bahwa kehidupan tersebut terjadi berkesinambungan. Dalam artian ia akan mendapatkan kehidupan yang aman dan memuaskan dengan abadi. Diperkuat dalam tafsir jalalayn, tempat tersebut adalah surga. Dengan kata lain, ketika amal kebaikan kita melebihi amal buruk kita, maka akan terpuaskan dengan nikmatnya surge kelak.

Kemudian pada ayat selanjutnya dijelaskan kondisi berbalik dari ayat sebelumnya. Apabila seseorang mendapatkan timbangan yang ringan, maka ia akan ditempatkan di neraka Hawiyah. Artinya kedudukannya sangatlah buruk di akhirat kelak.

Dijelaskan dalam akhir surat, neraka Hawiyah adalah neraka yang sangat panas. Bahkan disebutkan dalam tafsir Jalalayn bahwa api neraka tersebut sangatlah luar biasa panasnya dibanding dengan yang lainnya. Dan jika dilihat dari arti kata hawiyah, maka itu adalah tempat yang sangat rendah.

Menurut Quraish Shihab, keseluruhan makna surat al-Qari’ah adalah kita haruslah percaya akan terjadinya hari kiamat dan penimbangan amal pada hari tersebut. Yang jelas, ketika saat itu keadilan Allah sangatlah nyata, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengingkarinya.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari surat ini adalah kita harus senantiasa melakukan kebaikan. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, atau seburuk apapun perbuatan kita, akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Wallahu a’lam bi as-Showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here